Daftar Ketua MPR Era Reformasi, Nomor 4 Mantan Ajudan Bung Karno
Kamis, 20 Oktober 2022 - 18:10 WIB
Total ada enam Ketua MPR sejak pemilu era Reformasi digelar pada 1999, salah satunya mantan ajudan Bung Karno. Foto/Dok SINDOnews/Okezone
JAKARTA - Daftar Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepanjang era Reformasi perlu kita ketahui. Total ada enam Ketua MPR sejak pemilu pertama era Reformasi digelar pada 1999, salah satunya mantan ajudan Bung Karno.
Era Reformasi dimulai pada tahun 1998, tepatnya setelah Presiden Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Soeharto kemudian digantikan BJ Habibie. Pada masa peralihan ini, Ketua MPR tetap dijabat oleh Harmoko. Kala itu, Harmoko juga menjabat Ketua DPR. Sebutannya, Ketua DPR/MPR.
Harmoko menjadi Ketua DPR/MPR 1997-1999. Pada 7 Juni 1999, dilaksanakan pemilu pertama pada era Reformasi. Dalam pemilu yang diikuti 48 partai politik tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pemenang dengan meraih 35 juta lebih suara setara dengan 153 kursi DPR.
Setelah Pemilu 1999, pada bulan Oktober tahun yang sama terbentuklah kepemimpinan MPR. Mohammad Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), terpilih menjadi ketua MPR hasil pemilu pertama di era Reformasi.
Berikut ini SINDOnews tampilkan daftar Ketua MPR sejak pemilu era Reformasi pada 1999-2019:
1. Mohammad Amien Rais
Amien Rais. Foto/Tangkapan layar
Mohammad Amien Rais, lebih dikenal dengan sapaan Amien Rais , lahir di Surakarta, 26 April 1944. Sebelum mendirikan PAN pada 1998, Amien dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah dan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal vokal mengkritik Orde Baru.
Setelah Soeharto lengser dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998, Amien Rais dan sejumlah tokoh nasional mendirikan PAN pada 23 Agustus 1998. PAN kemudian ikut Pemilu 1999, pemilu pertama pada era Reformasi.
Meski PAN hanya meraih 7.528.956 suara atau setara 34 kursi DPR hasil Pemilu 1999, Amien Rais yang dikenal sebagai Bapak Reformasi tersebut terpilih sebagai Ketua MPR pada 3 Oktober 1999, setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Baca juga: Amien Rais Bukan Otak Pelengseran Gus Dur, Adhie Massardi: Dia Hanya Ketua MPR
Kini, Amien Rais bukan lagi anggota PAN. Amien mendirikan Partai Ummat, yang kini sedang berjuang lolos verifikasi faktual untuk bisa mengikuti Pemilu 2024.
2. Hidayat Nur Wahid
Era Reformasi dimulai pada tahun 1998, tepatnya setelah Presiden Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Soeharto kemudian digantikan BJ Habibie. Pada masa peralihan ini, Ketua MPR tetap dijabat oleh Harmoko. Kala itu, Harmoko juga menjabat Ketua DPR. Sebutannya, Ketua DPR/MPR.
Harmoko menjadi Ketua DPR/MPR 1997-1999. Pada 7 Juni 1999, dilaksanakan pemilu pertama pada era Reformasi. Dalam pemilu yang diikuti 48 partai politik tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pemenang dengan meraih 35 juta lebih suara setara dengan 153 kursi DPR.
Setelah Pemilu 1999, pada bulan Oktober tahun yang sama terbentuklah kepemimpinan MPR. Mohammad Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), terpilih menjadi ketua MPR hasil pemilu pertama di era Reformasi.
Berikut ini SINDOnews tampilkan daftar Ketua MPR sejak pemilu era Reformasi pada 1999-2019:
1. Mohammad Amien Rais
Amien Rais. Foto/Tangkapan layar
Mohammad Amien Rais, lebih dikenal dengan sapaan Amien Rais , lahir di Surakarta, 26 April 1944. Sebelum mendirikan PAN pada 1998, Amien dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah dan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal vokal mengkritik Orde Baru.
Setelah Soeharto lengser dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998, Amien Rais dan sejumlah tokoh nasional mendirikan PAN pada 23 Agustus 1998. PAN kemudian ikut Pemilu 1999, pemilu pertama pada era Reformasi.
Meski PAN hanya meraih 7.528.956 suara atau setara 34 kursi DPR hasil Pemilu 1999, Amien Rais yang dikenal sebagai Bapak Reformasi tersebut terpilih sebagai Ketua MPR pada 3 Oktober 1999, setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Baca juga: Amien Rais Bukan Otak Pelengseran Gus Dur, Adhie Massardi: Dia Hanya Ketua MPR
Kini, Amien Rais bukan lagi anggota PAN. Amien mendirikan Partai Ummat, yang kini sedang berjuang lolos verifikasi faktual untuk bisa mengikuti Pemilu 2024.
2. Hidayat Nur Wahid
Lihat Juga :