Hadapi Situasi Ketidakpastian, Ini Tips Sandiaga Uno untuk Pelaku Usaha dan Generasi Muda
Minggu, 16 Oktober 2022 - 22:42 WIB
"Saya selalu bilang ya, pantun ini adalah warisan tak benda, yang di share antara Indonesia dan Malaysia sudah diakui Unesco pada 2020 lalu. Jika tidak digunakan kita akan kehilangan. Sama seperti menggunakan batik, menjadi bagian dari kearifan kebudayaan kita," ujar Sandiaga Uno.
Ia bercerita bahwa dirinya telah menjadi entrepreneur 25 tahun dan sudah lima tahun terakhir masuk ke pemerintahan pada 2017 silam di DKI Jakarta.
Baca juga: Hadapi Tantangan Inflasi, Sandiaga Uno Berbagi Tips Jitu ke Pelaku Ekonomi Kreatif
"Hari ini, tepat lima tahun lalu kami di bawa bertugas ke Balaikota DKI Jakarta. Dan tepat hari ini saya melihat dari kejauhan terharu, lima tahun telah selesai. Meskipun itu bagian dari masa lalu tapi saya ikut bangga, Jakarta telah bertransformasi menjadi maju kotanya dan bahagia warganya," ungkap Sandiaga Uno.
Dari data yang ia miliki lebih dari 65 persen masyarakat Jakarta menyatakan kehidupannya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sandiaga Uno mengaku pagi tadi dia baru saja berlari sejauh 10 kilometer di Jakarta Marathon 2022. Sandiaga Uno mengungkapkan ada filosofi bisnisnya dalam berlari.
"Lari mengajarkan empat filosofi, kehidupan adalah penuh dengan persiapan-persiapan, karena kita tidak pernah tahu kapan peluang itu diberikan Tuhan kepada kita. Saya mempersiapkan diri, apakah akan ada di sisi dunia usaha ataupun peluang lain. Jadi lari mengajarkan saya untuk selalu bersiap-siap, streching, latihan, dan lain sebagainya," jelas Sandiaga Uno.
Hal tersebut, kata Sandi, mengajarkan jika pelaku usaha tidak memiliki keteguhan dan persiapan yang baik maka mereka tidak akan mampu menjalankan usahanya dengan baik.
"Jika ingin menjadi pengusaha sukses harus memiliki kecepatan, gerak cepat. Di lari kita juga diajarkan untuk berlari secara cepat," kata Sandiaga Uno.
Ia menyebutkan kembali bahwa melihat saat waktu ini mirip-mirip tahun 1996-1997, dimana akan terbuka banyak peluang usaha di era bergejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ketidakjelasan. Justru saat seperti ini yang dikatakan Sandiaga Uno sebagai waktu terbaik untuk mengambil peluang.
"Teamwork. Tidak ada superman, yang ada super team. Jika ingin sukses kita harus investasi ke people sebelum kita invest ke aset dan kantor. Berlari selalu mengajarkan untuk team work. Berlari sendiri memang bisa, tapi kita harus bisa membangun team agar bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik," tutur Sandiaga Uno.
Dalam bisnis kata Sandi, pelaku usaha harus bernafas panjang. "Jangan hanya jago lari sprint, harus bisa lari marathon, karena akan ada posisi seperti roda kadang di atas dan di bawah, kalau kita tidak punya endurance, kita akan cepat capek dan tidak akan mampu untuk mendapatkan kesempatan membangun usaha yang kuat," terang Sandi.
Ia bercerita bahwa dirinya telah menjadi entrepreneur 25 tahun dan sudah lima tahun terakhir masuk ke pemerintahan pada 2017 silam di DKI Jakarta.
Baca juga: Hadapi Tantangan Inflasi, Sandiaga Uno Berbagi Tips Jitu ke Pelaku Ekonomi Kreatif
"Hari ini, tepat lima tahun lalu kami di bawa bertugas ke Balaikota DKI Jakarta. Dan tepat hari ini saya melihat dari kejauhan terharu, lima tahun telah selesai. Meskipun itu bagian dari masa lalu tapi saya ikut bangga, Jakarta telah bertransformasi menjadi maju kotanya dan bahagia warganya," ungkap Sandiaga Uno.
Dari data yang ia miliki lebih dari 65 persen masyarakat Jakarta menyatakan kehidupannya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sandiaga Uno mengaku pagi tadi dia baru saja berlari sejauh 10 kilometer di Jakarta Marathon 2022. Sandiaga Uno mengungkapkan ada filosofi bisnisnya dalam berlari.
"Lari mengajarkan empat filosofi, kehidupan adalah penuh dengan persiapan-persiapan, karena kita tidak pernah tahu kapan peluang itu diberikan Tuhan kepada kita. Saya mempersiapkan diri, apakah akan ada di sisi dunia usaha ataupun peluang lain. Jadi lari mengajarkan saya untuk selalu bersiap-siap, streching, latihan, dan lain sebagainya," jelas Sandiaga Uno.
Hal tersebut, kata Sandi, mengajarkan jika pelaku usaha tidak memiliki keteguhan dan persiapan yang baik maka mereka tidak akan mampu menjalankan usahanya dengan baik.
"Jika ingin menjadi pengusaha sukses harus memiliki kecepatan, gerak cepat. Di lari kita juga diajarkan untuk berlari secara cepat," kata Sandiaga Uno.
Ia menyebutkan kembali bahwa melihat saat waktu ini mirip-mirip tahun 1996-1997, dimana akan terbuka banyak peluang usaha di era bergejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ketidakjelasan. Justru saat seperti ini yang dikatakan Sandiaga Uno sebagai waktu terbaik untuk mengambil peluang.
"Teamwork. Tidak ada superman, yang ada super team. Jika ingin sukses kita harus investasi ke people sebelum kita invest ke aset dan kantor. Berlari selalu mengajarkan untuk team work. Berlari sendiri memang bisa, tapi kita harus bisa membangun team agar bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik," tutur Sandiaga Uno.
Dalam bisnis kata Sandi, pelaku usaha harus bernafas panjang. "Jangan hanya jago lari sprint, harus bisa lari marathon, karena akan ada posisi seperti roda kadang di atas dan di bawah, kalau kita tidak punya endurance, kita akan cepat capek dan tidak akan mampu untuk mendapatkan kesempatan membangun usaha yang kuat," terang Sandi.
Lihat Juga :