Kemenkes Bentuk Tim Selidiki Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Minggu, 16 Oktober 2022 - 14:32 WIB
Baca juga: IDAI Catat 152 Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak Per 14 Oktober 2022
Brian menilai, peningkatan jumlah kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak tidak boleh disepelekan. Brian mengingatkan agar para orang tua waspada jika anak-anaknya menunjukkan beberapa gejala awal dari kasus tersebut.
”Gejala awal dari kasus gangguan ginjal akut yakni, batuk, pilek, diare, muntah, dan jumlah urine sedikit, atau tidak ada produksi urine sama sekali,” katanya.
Brian juga menekankan pentingnya langkah preventif untuk memberikan jumlah cairan yang cukup untuk anak-anak. "Jika anak-anak mengalami keluhan di atas, kami mengimbau para orang tua untuk tidak melakukan self-diagnose. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya. (Arie Dwi Satrio)
Foto Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti (Dokumentasi KSP)
Brian menilai, peningkatan jumlah kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak tidak boleh disepelekan. Brian mengingatkan agar para orang tua waspada jika anak-anaknya menunjukkan beberapa gejala awal dari kasus tersebut.
”Gejala awal dari kasus gangguan ginjal akut yakni, batuk, pilek, diare, muntah, dan jumlah urine sedikit, atau tidak ada produksi urine sama sekali,” katanya.
Brian juga menekankan pentingnya langkah preventif untuk memberikan jumlah cairan yang cukup untuk anak-anak. "Jika anak-anak mengalami keluhan di atas, kami mengimbau para orang tua untuk tidak melakukan self-diagnose. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya. (Arie Dwi Satrio)
Foto Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti (Dokumentasi KSP)
(cip)
Lihat Juga :