Jokowi Tekankan Pentingnya Constitutional Justice untuk Wujudkan Demokrasi

Rabu, 05 Oktober 2022 - 21:29 WIB
Pandemi belum sepenuhnya berakhir, perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit, dan dunia dikejutkan lagi dengan perang antara Rusia dan Ukraina kata Jokowi membuat kacau rantai pasok perdagangan global.

Hal ini kata dia membuat krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial tidak terhindarkan lagi. "Saya yakin 119 negara yang hadir pada konferensi ini juga harus berjuang menghadapi masalah yang sama, bagaimana menghadapi krisis pangan bagaimana menghadapi krisis energi dan bagaimana menghadapi krisis finansial," tutur Jokowi.

Krisis yang dipicu oleh pandemi dan kemudian diperparah oleh perang Rusia Ukraina disebutkan Jokowi tampaknya belum ada harapan untuk segera usai.

Pasalnya meskipun pandemi Covid-19 memang mulai mereda namun semua negara tetap harus selalu waspada, tetapi perang Rusia Ukraina dan masing-masing sekutunya belum ada tanda-tanda akan segera berhenti.

"Perang yang berkelanjutan akan mengakibatkan krisis dunia yang berkelanjutan. Tentu saja kita ingin perang segera dihentikan dan perdamaian segera dibangun, itu harapan kita semua kita harus bersama-sama berjuang untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian," lanjut Jokowi.

Setiap negara kata Jokowi harus bersiap untuk memitigasi dan mengelola krisis dengan sebaik-baiknya.

Jokowi menyebutkan selain memperjuangkan Constitutional Justice yang merupakan elemen kunci dari demokrasi, pelindungan HAM, dan kepastian hukum, masing-masing negara pasti sedang berjuang keras menghadapi krisis pangan energi dan finansial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!