Penguatan Demokrasi, Parpol Sebaiknya Ajukan Kader Sendiri di Pemilu 2024

Jum'at, 30 September 2022 - 19:53 WIB
"Jika parpol lebih senang mengusung figur eksternal karena pertimbangan elektoral atau ketersediaan logistik misalnya, dan ini menjadi semacam tradisi atau kelaziman, maka yang akan dirugikan parpol itu sendiri. Peran parpol menjadi dianggap tidak signifikan. Karena bisa dikalahkan oleh numerik politik semata," kata alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ini.

Partai juga akan terlihat seperti tidak siap setiap menghadapi kontestasi pemilu karena tidak menyiapkan secara baik kadernya menjadi aktor-aktor politik yang matang. Kerugian selanjutnya, parpol secara tidak langsung mendemoralisasi perannya sendiri. Cenderung memberikan karpet merah pada figur eksternal yang punya elektabilitas tinggi dengan pertimbangan agar menang pemilu lebih mudah. Sementara, kader-kader potensial hasil kaderisasi parpol diabaikan karena dinilai punya elektoral lebih lemah.

"Padahal hal seperti itu tanggung jawab parpol. Bagaimana bisa merebut simpati publik, sehingga dapat mengkatrol elektabilitas kader-kadernya saat berkontestasi dalam Pemilu," ujar Iqbal.

Baca juga: Akademi Perindo Wadah Pelatihan Kader Politik

Pesimisme memenangkan pemilu karena jagoan internal partai lemah secara elektabilitas seharusnya tidak terjadi. Sebab, semua parpol punya struktur atau mesin politik dari tingkat nasional hingga daerah yang bisa diaktivasi atau digerakan basis massanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!