Rapat Tertutup Komisi I DPR dan Kemhan/TNI Dikritik
Senin, 26 September 2022 - 20:48 WIB
"Jadi jangan justru rapat ditutup. Komisi I mau main rahasia-rahasiaan untuk kepentingan siapa?" katanya.
Lucius Karus menilai kebiasaan Komisi I DPR menawarkan opsi tertutup dan terbuka sebelum rapat, memberikan kesan tidak punya komitmen sebagai wakil rakyat. Anggota DPR seharusnya memiliki kepentingan membuka ruang partisipasi bagi rakyat dalam proses pembahasan apa pun dengan mitra kerja seperti Kemhan dan TNI.
Baca juga: Rapat Komisi I DPR dengan Panglima TNI dan Menhan Digelar Tertutup
Karena itu, seharusnya Komisi I DPR melakukan semua rapat secara terbuka. Jika dalam proses pembahasan menyangkut isu rahasia negara, maka baru rapat ditutup sejenak sampai pembicaraan itu berakhir.
"Ketika pembahasan rahasia sudah selesai, langsung dibuka kembali. Sesungguhnya bukan jalannya lagi rapat-rapat di DPR, termasuk rapat anggaran dilakukan secara tertutup. Apa sih yang sebegitu rahasianya dari persoalan anggaran Kemhan dan TNI sampai harus ditutup terus?" katanya.
Lucius mengingatkan, jangan menjadikan urusan strategis pertahanan sebagai alasan untuk menutup akses publik terhadap program Kemhan. Dia memahami ada hal rahasia dalam pertahanan tapi dalam pembicaraan anggaran hanya terkait kebijakan umum.
"Komisi I harus punya tanggung jawab untuk memastikan supremasi sipil di hadapan TNI dengan mendorong semangat pemerintahan sipil di hadapan TNI dan Kemhan," katanya.
Lucius Karus menilai kebiasaan Komisi I DPR menawarkan opsi tertutup dan terbuka sebelum rapat, memberikan kesan tidak punya komitmen sebagai wakil rakyat. Anggota DPR seharusnya memiliki kepentingan membuka ruang partisipasi bagi rakyat dalam proses pembahasan apa pun dengan mitra kerja seperti Kemhan dan TNI.
Baca juga: Rapat Komisi I DPR dengan Panglima TNI dan Menhan Digelar Tertutup
Karena itu, seharusnya Komisi I DPR melakukan semua rapat secara terbuka. Jika dalam proses pembahasan menyangkut isu rahasia negara, maka baru rapat ditutup sejenak sampai pembicaraan itu berakhir.
"Ketika pembahasan rahasia sudah selesai, langsung dibuka kembali. Sesungguhnya bukan jalannya lagi rapat-rapat di DPR, termasuk rapat anggaran dilakukan secara tertutup. Apa sih yang sebegitu rahasianya dari persoalan anggaran Kemhan dan TNI sampai harus ditutup terus?" katanya.
Lucius mengingatkan, jangan menjadikan urusan strategis pertahanan sebagai alasan untuk menutup akses publik terhadap program Kemhan. Dia memahami ada hal rahasia dalam pertahanan tapi dalam pembicaraan anggaran hanya terkait kebijakan umum.
"Komisi I harus punya tanggung jawab untuk memastikan supremasi sipil di hadapan TNI dengan mendorong semangat pemerintahan sipil di hadapan TNI dan Kemhan," katanya.
Lihat Juga :