Dinilai Tak Inovatif, Erick Thohir Malah Perkeruh Konflik Agraria

Jum'at, 03 Juli 2020 - 15:51 WIB
Dari kepolisian, Erick menunjuk Komjen Pol Bambang Sunarwibowo sebagai Komisaris PT Aneka Tambang. Selain itu ada nama Irjen Carlo Brix Tewu yang duduk di kursi komisaris PT Bukit Asam. Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari pun dilirik Erick untuk posisi komisaris di Pelindo 1.

(Baca: Refly: Susah Tegakkan Good Governance Kalau Pelanggarnya di Pusat Kekuasaan)

Kementerian BUMN mengakui saat ini terdapat 22 anggota aktif dari unsur Polri dan TNI yang masuk jajaran komisaris perusahaan plat merah tersebut. Erick Thohir dalam konferensi pers Jumat (12/6/2020) menjelaskan bahwa salah satu alasan penunjukkan perwira aktif atau pun purnawirawan Polri-TNI tersebut berkaitan dengan upaya penyelesaian konflik pertanahan yang kerap melibatkan perusahaan-perusahaan pelat merah.

”Penyaluran pekerjaan dan bagi-bagi jabatan strategis untuk pejabat tinggi Polri dan TNI yang memasuki masa pensiun atau pun yang masih aktif ke struktur BUMN semacam ini akan semakin memperkeruh konflik agrarian. Pengaruh para perwira tinggi dalam jajaran komisaris tersebut dapat menggunakan kekuatan TNI/Polri untuk makin terlibat dan berpihak kepada perusahaan dalam sejumlah konflik agrarian,” ujar Dewi Sartika.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!