Kobar Sebut Wacana Jokowi Jadi Cawapres 2024 Bukan Aspirasi Masyarakat
Sabtu, 24 September 2022 - 10:40 WIB
Koalisi Bersama Rakyat (Kobar) menilai wacana Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024 bukan aspirasi dari masyarakat. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Terkait munculnya isu untuk Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024, Koalisi Bersama Rakyat (Kobar) menyampaikan bahwa wacana tersebut berbeda dengan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat di berbagai daerah.
"Jelas sekali bahwa rakyat di berbagai daerah ingin Pak Jokowi menjadi Presiden lagi, bukan menjadi Wapres. Seperti video yang baru-baru ini viral dari Maluku Tenggara, dimana warga di sana berharap dan mendukung Pak Jokowi untuk dapat kembali memimpin Indonesia tahun 2024 nanti," ujar Sahat Martin Philip Sinurat, salah satu Deklarator Nasional Kobar dalam keterangan resminya, Sabtu (24/9/2022). Baca juga: Jawab Isu Jadi Cawapres, Jokowi: Itu dari Siapa?
Menurut Sahat, usulan ataupun wacana untuk Jokowi dapat kembali maju menjadi Presiden di tahun 2024 adalah aspirasi tulus dari masyarakat di berbagai daerah. Sedangkan wacana Jokowi menjadi cawapres adalah isu yang diduga dibuat oleh elite tertentu untuk mendiskreditkan Jokowi ataupun meredam wacana Jokowi tiga periode.
"Jelas sekali bahwa rakyat di berbagai daerah ingin Pak Jokowi menjadi Presiden lagi, bukan menjadi Wapres. Seperti video yang baru-baru ini viral dari Maluku Tenggara, dimana warga di sana berharap dan mendukung Pak Jokowi untuk dapat kembali memimpin Indonesia tahun 2024 nanti," ujar Sahat Martin Philip Sinurat, salah satu Deklarator Nasional Kobar dalam keterangan resminya, Sabtu (24/9/2022). Baca juga: Jawab Isu Jadi Cawapres, Jokowi: Itu dari Siapa?
Menurut Sahat, usulan ataupun wacana untuk Jokowi dapat kembali maju menjadi Presiden di tahun 2024 adalah aspirasi tulus dari masyarakat di berbagai daerah. Sedangkan wacana Jokowi menjadi cawapres adalah isu yang diduga dibuat oleh elite tertentu untuk mendiskreditkan Jokowi ataupun meredam wacana Jokowi tiga periode.
Lihat Juga :