Penetapan Batas ZEE, Indonesia dan Vietnam Diharapkan Temui Kesepakatan
Senin, 05 September 2022 - 23:11 WIB
"Akhir-akhir ini babak baru perundingan penetapan batas ZEE RI-Vietnam dimulai lagi. Pada 14-16 Juli 2022, Tim Teknis Indoneisa dan Vietnam telah melaksanakan Pertemuan Teknis ke-14 Penetapan Batas ZEE RI-Vietnam," kata Yulius Yohanes, pengamat hubungan internasional dari Universitas Tanjungpura, Senin (5/9/2022).
"Pada pertemuan tersebut kedua pihak mencapai kesepakatan untuk menyempurnakan salah satu titik koordinat garis batas ZEE yang diusulkan Indonesia. Dengan penyempurnaan tersebut, terbentuk sekitar 6.500 kilometer persegi remaining area," sambungnya.
Baca juga: Curi Ikan di Perairan Perbatasan Indonesia-Malaysia, Bakamla Tangkap Kapal Vietnam
Kata Yulius Yohanes, berdasarkan proses perundingan, Tim Teknis Indonesia telah memberikan konsesi bagi Vietnam, sementara Vietnam telah meninggalkan posisi dasar single boundary line-nya.
Hal ini membuat Tim Teknis Indonesia mempertimbangkan positif untuk memberikan konsesi yang lebih besar. Garis proposal Indonesia telah bergerak turun ke Selatan sekitar 65% dari total area yang terbentuk dari posisi klaim unilateral kedua negara.
Tim Teknis Indonesia bahkan mempertimbangkan memberikan konsesi maksimum sekitar 10% lagi. Dikatakan Yulius Yohanes, Vietnam berupaya untuk mencapai keuntungan yang lebih maksimal, dan dinilai belum memenuhi komitmennya untuk bergerak dari posisi dasar klaim. Ini bukan perundingan yang saling menguntungkan.
"Pada pertemuan tersebut kedua pihak mencapai kesepakatan untuk menyempurnakan salah satu titik koordinat garis batas ZEE yang diusulkan Indonesia. Dengan penyempurnaan tersebut, terbentuk sekitar 6.500 kilometer persegi remaining area," sambungnya.
Baca juga: Curi Ikan di Perairan Perbatasan Indonesia-Malaysia, Bakamla Tangkap Kapal Vietnam
Kata Yulius Yohanes, berdasarkan proses perundingan, Tim Teknis Indonesia telah memberikan konsesi bagi Vietnam, sementara Vietnam telah meninggalkan posisi dasar single boundary line-nya.
Hal ini membuat Tim Teknis Indonesia mempertimbangkan positif untuk memberikan konsesi yang lebih besar. Garis proposal Indonesia telah bergerak turun ke Selatan sekitar 65% dari total area yang terbentuk dari posisi klaim unilateral kedua negara.
Tim Teknis Indonesia bahkan mempertimbangkan memberikan konsesi maksimum sekitar 10% lagi. Dikatakan Yulius Yohanes, Vietnam berupaya untuk mencapai keuntungan yang lebih maksimal, dan dinilai belum memenuhi komitmennya untuk bergerak dari posisi dasar klaim. Ini bukan perundingan yang saling menguntungkan.
Lihat Juga :