5 Provinsi Ini Miliki Insiden Kasus Covid-19 Tertinggi
Rabu, 01 Juli 2020 - 13:16 WIB
Namun, Dewi menyatakan bahwa data insiden ini harus disandingkan dengan jumlah tes Polymerase Chain Reaction (PCR) ataupun Tes Cepat Molekuler (TCM) di wilayah tersebut. “Semakin besar jumlah tes dilakukan seharusnya positivity rate semakin rendah. Dalam rangka surveilans, kalau orang yang diperiksa hanya yang sakit, pasti positif lebih tinggi. Ketika angka positivity makin turun, artinya kita mencoba memeriksa mereka yang tanpa gejala,” paparnya.
“Ketika angka positif semakin turun, itu kami mencoba memeriksa orang-orang yang bahkan mungkin nggak punya gejala. Makanya, tadi lebih tinggi pemeriksaan orang-orang yang risiko dan gejalanya kecil, maka angka positifnya akan jauh lebih rendah,” tambah Dewi.
Untuk pemeriksaan spesimen dalam rangka menemukan kasus Covid-19, data hingga 28 Juni 2020 di 10 provinsi tertinggi pertama DKI Jakarta 232.848 spesimen. Kemudian Jawa Barat 72.585 spesimen, Jawa Timur 58.595 spesimen, Jawa Tengah 53.895 spesimen, Sulawesi Selatan 45.888 spesimen, Sumatera Barat 40.298 spesimen, Bali 32.378 spesimen, Sumatera Selatan 25.213 spesimen, Banten 25.096 spesimen, dan Papua 15.742 spesimen.
“Ketika angka positif semakin turun, itu kami mencoba memeriksa orang-orang yang bahkan mungkin nggak punya gejala. Makanya, tadi lebih tinggi pemeriksaan orang-orang yang risiko dan gejalanya kecil, maka angka positifnya akan jauh lebih rendah,” tambah Dewi.
Untuk pemeriksaan spesimen dalam rangka menemukan kasus Covid-19, data hingga 28 Juni 2020 di 10 provinsi tertinggi pertama DKI Jakarta 232.848 spesimen. Kemudian Jawa Barat 72.585 spesimen, Jawa Timur 58.595 spesimen, Jawa Tengah 53.895 spesimen, Sulawesi Selatan 45.888 spesimen, Sumatera Barat 40.298 spesimen, Bali 32.378 spesimen, Sumatera Selatan 25.213 spesimen, Banten 25.096 spesimen, dan Papua 15.742 spesimen.
(nbs)
Lihat Juga :