Letjen Arie Jeffry Kumaat, Kepala BIN Pertama Peraih Adhi Makayasa

Kamis, 25 Agustus 2022 - 06:05 WIB
Pada 20 November 1999, Arie mulai menjabat sebagai Kepala BIN menggantikan Letjen TNI Zaini Azhar Maulani. Arie memikul tugas yang berat ketika diangat menjadi Kepala BIN. Pasalnya, di kala pemerintah Gus Dur kerap terjadi kerusuhan bernuansa suku, ras, agama, dan antar golongan di sejumlah wilayah.

Setahun berselang pada 9 Agustus 2001, Presiden Megawati Sukarnoputri kemudian mencopot Arie sebagai Kepala BIN. Posisinya lalu digantikan AM Hendropriyono.

Karier militer Arie cukup cemerlang. Ia mengawalinya sebagai Komandan Batalyon Brigade Infanteri I Jaya Sakti, Jakarta dan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim), Jakarta Selatan.

Dari Jakarta, Arie kemudian ditunjuk menjadi Komandan Komando Resort Militer 163/Wirasatya (Korem), Bali dan berlanjut menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Dia kemudian ditarik kembali ke Ibu Kota menjadi Kepala Staf Garnisun I Ibu kota, Jakarta.

Sepak terjang Arie di dunia intelijen Tanah Air mulai diasah ketika menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA). BIA merupakan lembaga yang dibentuk Presiden Soeharto untuk mengurangi mandat Badan Intelijen Strategis (Bais) pasca dicopotnya LB Moerdani sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) pada 1993.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!