Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi yang Sangat Mencintai Istrinya

Minggu, 21 Agustus 2022 - 05:45 WIB
Saat Meri sakit dan diopname di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Hoegeng juga menelepon kerabat dan rekan-rekannya untuk memberitahukan dan meminta doa agar istri cepat sembuh. "Istri Hoegeng sakit, dan dirawat di rumah sakit. Tolong didoakan ya, agar Meri cepat sembuh," kata Hoegeng, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah 14 Oktober 1921 itu dengan suara lirih saat menelepon.

Saat itu, Hoegeng menjabat sebagai Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet. Mantan Sekretaris Hoegeng saat menjabat Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet, Soedharto Martopoespito atau Dharto mengungkapkan ekspresi wajah Hoegeng di kantor sedih.



Disaksikan Presiden Soekarno, Hoegeng menandatangani SK sebagai Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet di Istana Negara pada 27 Maret 1966. Foto: Dok.Keluarga Hoegeng

Baca: Terungkap! Ini Alasan Jenderal Hoegeng Tolak Jabatan Dubes

Seingat Dharto, Hoegeng setelah selesai kantor langsung pulang untuk menemani Meri di rumah sakit. Dharto dan stafnya pun menyempatkan diri untuk menjenguk Meri di RSCM.

"Ini Mas Dharto dan Mas Marko yang membantu Hoegeng di kantor," kata Hoegeng mengenalkan Dharto dan Soermarjo kepada istrinya di RSCM.

Walaupun sakit, Meri kemudian menjulurkan tangannya untuk menyalami staf suaminya itu dengan senyum lebar dan hangat. "Bantu Pak Hoegeng ya, dan doakan saya lekas sembuh," tutur Meri saat menjabat tangan Dharto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!