ASN Tak Kompeten Jadikan Pilkada untuk Kembangkan Karir

Selasa, 30 Juni 2020 - 16:52 WIB
Jika ASN mengambil langkah netral maka akan dianggap tidak mendukung petahana. Sementara jika mendukung ada risiko kalah dan karirnya tak terjamin saat kepala daerah yang baru sudah menjabat.

“Bahwa memilih yang menang bukan berarti ketenangan. Apalagi yang kalah. Netral saja dianggap tidak berkontribusi, tidak berkeringat kepada pemenangnya. Sehingga situasinya menjadi rumit kalau sudah ditentukan menang kalahnya. Ini fakta kondisi ASN berhadapan dengan pilkada,” jelasnya.

(Baca: Langgar Netralitas ASN, Dua Calon Wali Kota Tangsel Dilaporkan ke KASN)

Kondisi ini seringkali menjadi momentum ASN tak kompeten untuk mengembangkan karirnya. Pasalnya ASN yang tak kompeten akan lebih suka bermain-main dibandingkan harus bersikap profesional.

“ASN yang profesional malah kehilangan pegangan. Sementara yang tidak kompeten senang karena ini bisa untuk mengembangkan karirnya. Kalau kondisi tarik menarik politik di lokal malah menyuburkan ASN tak profesional yang mengembangkan karirnya dengan tanpa peduli asas profesional, kompetensi dan kedisiplinan,” katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!