Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
Selasa, 30 Juni 2020 - 15:22 WIB
Hobi pemerintah menggandeng perusahaan asing dikritik oleh Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisaksi Trubus Rahardiansyah. Foto/Istimewa
JAKARTA - Hobi pemerintah menggandeng perusahaan asing dikritik oleh Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisaksi Trubus Rahardiansyah. Diketahui, Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Google melaksanakan program Google Arts Project.
(Baca juga: Ada 5 Kasus Baru, Total 1.109 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19)
Sebelumnya, Kemendikbud bekerjasama dengan Netflix untuk menyajikan film dokumenter selama pelaksanaan Belajar Dari Rumah. "Ini menjadi kebijakan yang tidak tepat. Karena harusnya kan yang ada di dalam negeri itu, harusnya kan itu yang digunakan," ujar Trubus kepada SINDOnews, Selasa (30/6/2020).
(Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Segera Belanjakan APBD untuk Tangani Covid-19)
(Baca juga: Ada 5 Kasus Baru, Total 1.109 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19)
Sebelumnya, Kemendikbud bekerjasama dengan Netflix untuk menyajikan film dokumenter selama pelaksanaan Belajar Dari Rumah. "Ini menjadi kebijakan yang tidak tepat. Karena harusnya kan yang ada di dalam negeri itu, harusnya kan itu yang digunakan," ujar Trubus kepada SINDOnews, Selasa (30/6/2020).
(Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Segera Belanjakan APBD untuk Tangani Covid-19)
Lihat Juga :