Mahfud MD Jelaskan Diksi Menjijikan dalam Kasus Ferdy Sambo

Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:21 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan penggunaan diksi terkait motif pembunuhan Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan penggunaan diksi terkait motif pembunuhan Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Diketahui, Mahfud menyebut kasus pembunuhan Brigadir J diduga bermotif sensitif karena hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa. Hal itu ia sampaikan seusai Polri menetapkan Sambo sebagai tersangka Selasa, 9 Agustus 2022.



"Sebenarnya itu hasil pemeriksaan terhadap mereka-mereka yang tersangka ini. Kata menjijikan maksud saya mereka menjelaskan pada penyidik, pada timsus bagaimana misalnya drama pelecehan itu," kata Mahfud dalam talkshow di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Jokowi Marah Besar Penanganan Kasus Tewasnya Brigadir J Lambat

Mahfud mengatakan, pelecehan itu merupakan alibi karangan Sambo. Kendati karangan, Mahfud merasa alasan motif dugaan pembunuhan Brigadir J terkesan menjijikan. "Hanya orang dewasa yang bisa (mendengar penjelasan) itu. Itu karangan tetapi seakan-akan kita melihat film porno lah. Tetapi sama juga ketika Sambo mengatakan ada upaya perkosaan di Magelang, ya menjijikan lagi ceritanya. Drama-dramanya itu menjijikan," imbuhnya.

Baca juga: Mahfud MD: Ferdy Sambo Ditakuti Internal Polri, Termasuk Jenderal Bintang Tiga
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!