Kemarahan Jokowi kepada Anak Buahnya Dinilai Simetris dengan Kekecewaan Rakyat
Senin, 29 Juni 2020 - 21:23 WIB
Lebih lanjut Karyono mengatakan, salah satu dampak keterlambatan ini jika merujuk data dari Worldometers.info menunjukkan jumlah tes Corona di Indonesia termasuk dalam 15 terendah jika dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia. "Belum lagi, masalah ini menjadi beban sebagian rakyat karena harus menanggung biaya rapid test sendiri," ucapnya.
Dampak lainnya, kata Karyono, jika terjadi keterlambatan pembayaran tunjangan kepada para dokter dan tenaga medis bisa memicu persoalan besar jika sampai terjadi aksi pemboikotan. Pasalnya, para dokter dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Mereka adalah para pahlawan yang harus diapresiasi.
Belum lagi, lanjutnya, dampak pandemi yang menimbulkan efek domino memerlukan langkah serius dari pemerintah. Pertumbuhan ekonomi dunia akibat pandemi diprediksi -7,5%. Jika penanganan pandemi ini berjalan lambat dan tidak tepat penanganannya bisa memicu tsunami sosial yang dahsyat. Hal itu bisa terjadi karena adanya akumulasi persoalan.
Oleh karena itu, perlu langkah cepat dan tepat sebelum terlambat. Karyono menduga kemarahan Presiden Jokowi dilandasi oleh alasan itu. Maka sudah saatnya presiden mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan 270 juta rakyat Indonesia. (Baca juga: Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan)
"Segeralah melakukan reshuffle menteri-menteri yang tidak kompeten dan copot para pembantu presiden yang tidak loyal. Untuk mengatasi krisis ini, negara butuh orang yang visioner dan penuh totalitas mengabdi pada bangsa dan negara," papar dia.
Dampak lainnya, kata Karyono, jika terjadi keterlambatan pembayaran tunjangan kepada para dokter dan tenaga medis bisa memicu persoalan besar jika sampai terjadi aksi pemboikotan. Pasalnya, para dokter dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Mereka adalah para pahlawan yang harus diapresiasi.
Belum lagi, lanjutnya, dampak pandemi yang menimbulkan efek domino memerlukan langkah serius dari pemerintah. Pertumbuhan ekonomi dunia akibat pandemi diprediksi -7,5%. Jika penanganan pandemi ini berjalan lambat dan tidak tepat penanganannya bisa memicu tsunami sosial yang dahsyat. Hal itu bisa terjadi karena adanya akumulasi persoalan.
Oleh karena itu, perlu langkah cepat dan tepat sebelum terlambat. Karyono menduga kemarahan Presiden Jokowi dilandasi oleh alasan itu. Maka sudah saatnya presiden mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan 270 juta rakyat Indonesia. (Baca juga: Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan)
"Segeralah melakukan reshuffle menteri-menteri yang tidak kompeten dan copot para pembantu presiden yang tidak loyal. Untuk mengatasi krisis ini, negara butuh orang yang visioner dan penuh totalitas mengabdi pada bangsa dan negara," papar dia.
(kri)
Lihat Juga :