Profil Hasto Atmojo Suroyo, Ketua LPSK yang Melindungi Saksi dan Korban Kasus Penembakan Brigadir J
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 15:40 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberi perlindungan untuk para saksi terkait kasus penembakan Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Foto DOK SINDOnews
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberi perlindungan untuk para saksi terkait kasus penembakan Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Hal tersebut sontak membuat nama Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo terkenal di kalangan msayrakat.
Hasto Atmojo Suroyo adalah ketua LPSK periode 2019 sampai 2024. Dia terpilih sebagai ketua dengan cara mufakat dalam rapat pemilihan ketua LPSK. Rapat ini dihadiri oleh enam anggota dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LPSK Noor Sidharta.
Baca juga : LPSK Ungkap Bharada E Tidak Mahir Menembak
Melansir dari lpsk.go.id, Hasto Atmojo Suroyo lahir dari keluarga Perwira Angkatan Udara. Dia sempat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada mengambil Jurusan Sosiologi.
Kemudian dia melanjutkan ke Universitas Indonesia untuk mendapat gelar Magister. Kala itu dia mengambil studi pada Jurusan Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Sejak berada di bangku kuliah Hasto aktif dalam mendirikan Kelompok Studi dan Bantuan Hukum (KSBH) di Yogyakarta bersama rekan rekannya. Mulai dari situlah dia terlibat dalam aktivitas advokasi dan perjuangan hak-hak kemasyarakatan yang terpinggirkan.
Hasto Atmojo Suroyo adalah ketua LPSK periode 2019 sampai 2024. Dia terpilih sebagai ketua dengan cara mufakat dalam rapat pemilihan ketua LPSK. Rapat ini dihadiri oleh enam anggota dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LPSK Noor Sidharta.
Baca juga : LPSK Ungkap Bharada E Tidak Mahir Menembak
Melansir dari lpsk.go.id, Hasto Atmojo Suroyo lahir dari keluarga Perwira Angkatan Udara. Dia sempat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada mengambil Jurusan Sosiologi.
Kemudian dia melanjutkan ke Universitas Indonesia untuk mendapat gelar Magister. Kala itu dia mengambil studi pada Jurusan Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Sejak berada di bangku kuliah Hasto aktif dalam mendirikan Kelompok Studi dan Bantuan Hukum (KSBH) di Yogyakarta bersama rekan rekannya. Mulai dari situlah dia terlibat dalam aktivitas advokasi dan perjuangan hak-hak kemasyarakatan yang terpinggirkan.
Lihat Juga :