Jokowi Diuji Ganti Menteri dari Parpol

Senin, 29 Juni 2020 - 13:17 WIB
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap, ada dua kemungkinan kenapa Presiden Jokowi mendadak ingin melakukan reshuffle menteri kabinetnya.

Pertama, Jokowi ingin mengultimatum menterinya agar meningkatkan performa kinerjanya. Jangan hanya biasa-biasa saja. "Di tengah pandemi ini, menteri harus pake cara 'tak biasa' atau extraordinary untuk menghadapi berbagai masalah. Mulai kesehatan hingga ekonomi," ungkap Adi saat dihubungi SINDOnews, Senin (29/6/2020).



Kedua, jika melihat gesturnya, Jokowi marah besar dengan kinerja para menterinya. Menurut dia, jika kinerja menteri masih biasa-biasa saja, maka bukan hal mustahil reshuffle akan dilakukan. "Apalagi, Jokowi selalu mengklaim dirinya tanpa beban. Tinggal direalisasikan saja," ujarnya. (Baca juga: Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Hanya Gimmick Politik Jokowi)

Menurut Adi, Jokowi memang hanya menyebut secara umum kinerja menteri mulai kesehatan hinggap ekonomi. Meski demikian, reshuffle bukan perkara gampang. Ada persoalan politik yang tak mudah. Terutama me-reshuffle menteri dari kalangan partai politik. Bisa menimbulkan dinamika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!