Menteri Non Parpol Dinilai Lebih Berpotensi Kena Reshuffle
Senin, 29 Juni 2020 - 11:50 WIB
Skenario kedua adalah Jokowi meminta kepada ketua umum parpol untuk mengganti nama menteri bersangkutan dengan nama baru yang lebih berkualitas dengan pos kementerian yang sama.
"Nanti kalau ketum parpol mempertahankan nama lama yang berkinerja jelek, pasti solusinya hanya akan digeser. Tapi kalau Jokowi meminta nama baru dan parpolnya mau, pasti akan muncul nama-nama baru itu. Artinya dua skenario itu," katanya.
Jika ada perombakan nama menteri dari parpol dengan tidak mengurangi jatah parpol, menurut Ujang, konflik hanya akan terjadi di internal parpol itu sendiri dan tidak menjadi keriuhan di publik. Sebab, saingannya adalah dari internal parpol. "Karena itu, menteri dari parpol pasti akan berusaha mempertahankan dirinya di parpol itu karena banyak juga kader partai yang ingin menjadi menteri. Menteri-menteri di internal parpol pasti akan melobi pimpinan parpolnya," katanya.
"Nanti kalau ketum parpol mempertahankan nama lama yang berkinerja jelek, pasti solusinya hanya akan digeser. Tapi kalau Jokowi meminta nama baru dan parpolnya mau, pasti akan muncul nama-nama baru itu. Artinya dua skenario itu," katanya.
Jika ada perombakan nama menteri dari parpol dengan tidak mengurangi jatah parpol, menurut Ujang, konflik hanya akan terjadi di internal parpol itu sendiri dan tidak menjadi keriuhan di publik. Sebab, saingannya adalah dari internal parpol. "Karena itu, menteri dari parpol pasti akan berusaha mempertahankan dirinya di parpol itu karena banyak juga kader partai yang ingin menjadi menteri. Menteri-menteri di internal parpol pasti akan melobi pimpinan parpolnya," katanya.
(nbs)
Lihat Juga :