Wapres Ingatkan MUI-Ormas Jangan Terlibat Pencapresan 2024
Rabu, 27 Juli 2022 - 17:05 WIB
MUI maupun organisasi masyarakat (Ormas) diingatkan untuk tidak terlibat soal pencapresan 2024. Hal ini dikatakan oleh Wapres, Ma’ruf Amin. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun organisasi masyarakat (Ormas) diingatkan untuk tidak terlibat soal pencapresan 2024. Hal ini dikatakan oleh Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin.
Wapres pun menegaskan, yang menetapkan capres dan cawapres adalah partai politik (parpol). Baca juga: Bursa Capres 2024
"Saya bilang bahwa MUI tidak mencalonkan, ormas tidak mencalonkan, yang mencalonkan partai politik," kata Wapres di sela agenda Energy Transition Working Group (ETWG) G20 Seminar Series di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (27/7/2022).
"Oleh karena itu jangan terlibat soal Pencapresan. Kalau nanti itu sudah ada capres-cawapres, MUI hanya memberikan pedoman kepada umat untuk memilih yang terbaik," tambah Wapres. Baca juga: Menebak Komposisi Capres 2024
Wapres mengatakan, pada Pilpres 2024 agar MUI mengarahkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan akhlak mulia.
"Kalau bahasa agamanya yang paling afdol. Kalau tidak, itu berarti dia mengkhianati Allah, Rasul, dan orang Islam. Karena itu harus memilih yang terbaik, memiliki kapasitas, kapabilitas, akhlak mulia. Itu supaya mengarahkan," tegas Wapres.
Wapres pun menegaskan, yang menetapkan capres dan cawapres adalah partai politik (parpol). Baca juga: Bursa Capres 2024
"Saya bilang bahwa MUI tidak mencalonkan, ormas tidak mencalonkan, yang mencalonkan partai politik," kata Wapres di sela agenda Energy Transition Working Group (ETWG) G20 Seminar Series di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (27/7/2022).
"Oleh karena itu jangan terlibat soal Pencapresan. Kalau nanti itu sudah ada capres-cawapres, MUI hanya memberikan pedoman kepada umat untuk memilih yang terbaik," tambah Wapres. Baca juga: Menebak Komposisi Capres 2024
Wapres mengatakan, pada Pilpres 2024 agar MUI mengarahkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan akhlak mulia.
"Kalau bahasa agamanya yang paling afdol. Kalau tidak, itu berarti dia mengkhianati Allah, Rasul, dan orang Islam. Karena itu harus memilih yang terbaik, memiliki kapasitas, kapabilitas, akhlak mulia. Itu supaya mengarahkan," tegas Wapres.
(maf)
Lihat Juga :