Kekerasan pada Remaja, Sebuah Sinyal Emergency untuk Kita
Senin, 18 Juli 2022 - 15:34 WIB
Sponsorship Manager Wahana Visi Indonesia Niken Puspita, M.Sc. Foto/Istimewa
Niken Puspita, M.Sc
Sponsorship Manager Wahana Visi Indonesia
LIBUR panjang Idul Fitri lalu menjadi masa istirahat sekaligus refleksi buat kita semua.Saya menghabiskan waktu dengan menonton film dan serial, salah satunya Juvenile Justice. Serial Korea berlatar belakang pengadilan anak ini mengingatkan saya pada pemberitaan tentang peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh remaja di Yogyakarta beberapa waktu belakangan.
Kekerasan yang terjadi mengakibatkan bukan hanya luka dan trauma, tetapi sampai kematian mengiris hati kita semua. Membayangkan keluarga yang menantikan anaknya pulang dengan membawa ijazah, justru harus menemui jenazah.
Ketika para tersangka ditangkap, usia mereka berkisar antara 14 - 20 tahun. Polres Bantul mencatat sejak Januari hingga April 2022 ada 104 pelaku kejahatan jalanan. Sementara itu di scope yang lebih besar, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 70 persen anak mengakui kalau pelaku kekerasan adalah teman sebaya.
Sponsorship Manager Wahana Visi Indonesia
LIBUR panjang Idul Fitri lalu menjadi masa istirahat sekaligus refleksi buat kita semua.Saya menghabiskan waktu dengan menonton film dan serial, salah satunya Juvenile Justice. Serial Korea berlatar belakang pengadilan anak ini mengingatkan saya pada pemberitaan tentang peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh remaja di Yogyakarta beberapa waktu belakangan.
Kekerasan yang terjadi mengakibatkan bukan hanya luka dan trauma, tetapi sampai kematian mengiris hati kita semua. Membayangkan keluarga yang menantikan anaknya pulang dengan membawa ijazah, justru harus menemui jenazah.
Ketika para tersangka ditangkap, usia mereka berkisar antara 14 - 20 tahun. Polres Bantul mencatat sejak Januari hingga April 2022 ada 104 pelaku kejahatan jalanan. Sementara itu di scope yang lebih besar, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 70 persen anak mengakui kalau pelaku kekerasan adalah teman sebaya.
Lihat Juga :