PDIP Instruksikan 5 Kepala Daerah Buat Percontohan Ternak Sapi Revolusioner

Kamis, 14 Juli 2022 - 19:26 WIB
"Kotorannya juga tak berbau sehingga tak perlu takut mengganggu tetangga. Kami mendorong agar kotoran diproses berbentuk briket atau pelet sebelum dijadikan pupuk tanaman. Dengan cara ini, beternak tak perlu lama, baik breeding, penggemukan, sehingga kedaulatan pangan bisa berlanjut," kata David.

Baca juga: Penuhi Amanat Konstitusi, PDIP Ingin Koperasi dan Kedaulatan Pangan Terwujud

Periset lainnya yang juga Dewan Penasehat Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Ganis Harsanto Ahmadiningrat,, menyatakan riset lapangan menunjukkan semuanya sangat mungkin jika riset dan kegiatan inovasi yang cermat dan sungguh-sungguh. Lewat formulasi pakan yang tak biasa, ternyata bisa ketemu waktu penggemukan lebih pendek dengan volume daging lebih padat. Sehingga kualitas produksi dan biaya menjadi lebih rendah.

Prosedurnya juga tak rumit, sehingga bisa diduplikasi di banyak tempat. "Kami menemukan, bahwa bahkan masa bunting sapi bisa diperpendek dengan revolusi pakan ini. Ini revolusioner dan mampu kita lakukan untuk memperbanyak dan melipatgandakan hasil daging," kata Ganis.

"Bagi kami hal ini akan sangat membantu Indonesia dalam menghadapi misalnya masalah stunting yang berkaitan dengan masalah pangan," pungkasnya.

Temuan David dan Ganis ini diungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan secara hybid dengan tema "Penggemukan Sapi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan", pada Kamis (14/7/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!