Perlunya Koperasi Bertransformasi

Selasa, 12 Juli 2022 - 10:20 WIB
Menilik data statistik fintech yang dirilis OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagian besar akun pinjaman onlinemerupakan kalangan yang berusia 19-34 tahun, yaitu generasi Z dan milenial. Kondisi ini harusnya dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk go digital agar dapat lebih bersaing dengan pinjaman online.

Pengelolaan koperasi yang masih dilakukan secara konvensional ternyata tidak hanya berdampak pada kurang tertariknya generasi Z dan milenial untuk menggunakan koperasi. Demi bertahan dan tetap eksis di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian rupa, koperasi harus mau beradaptasi dengan teknologi. Dengan go digital, koperasi dapat menampilkan citra yang lebih modern.

Ekonomi digital memiliki potensi yang sangat besar di masa mendatang. Indonesia diprediksi akan menjadi pasar ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp1.826 triliun.

Digitalisasi koperasi di era saat ini menjadi peluang emas bagi Indonesia. Pasar digital Indonesia diprediksi pada 2025 mencapai USD125 miliar. Prospek koperasi go digital yang besar tersebut mustahil dapat dicapai oleh koperasi bila masih mempertahankan sistem manajemen konvensional.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!