Koarmada I: Integrasi UAV dan MAD Dinilai Mampu Hadapi Perang Bawah Laut
Jum'at, 26 Juni 2020 - 05:09 WIB
Menghadapi potensi ancaman tersebut, kata dia, TNI AL perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas kapal selam serta wahana pendukung lainnya. Sementara, pola taktik tempur yang relevan mengingat Indonesia terdiri dari berbagai pulau dihadapkan pada geografis dan kontur laut maka pengembangan teknologi pesawat tanpa awak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang diintegrasikan dengan Magnetic Anomaly Detection (MAD) untuk deteksi bawah air sangat diperlukan dalam menghadapi ancaman kapal selam ke depan.
”Saat ini kapal selam adalah senjata paling strategis di dunia yang dapat memberikan efek deterrence yang dampaknya sangat signifikan terhadap kekuatan maritim negara-negara yang mengoperasikannya di era perang generasi 4.0.”
Berbeda dengan perang dunia ke-I yang mengedepankan tank dan perang dunia ke-II pesawat udara. Kemampuan ketahanan untuk bertahan di bawah permukaan laut membuat kapal selam sangat sulit dideteksi sehingga terjaga kerahasiaannya.
Dari konstelasi geografis, peran, fungsi dan tugas serta kemampuan peperangannya, maka TNI AL harus memiliki kesenjataan strategis dan memiliki daya tangkal yang tinggi berupa alutsista, antara lain jenis kapal selam dan jenis kapal kombatan lainnya. ”Saat ini Indonesia telah membangun kekuatan armada kapal selam yang akan meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia,” katanya.
”Saat ini kapal selam adalah senjata paling strategis di dunia yang dapat memberikan efek deterrence yang dampaknya sangat signifikan terhadap kekuatan maritim negara-negara yang mengoperasikannya di era perang generasi 4.0.”
Berbeda dengan perang dunia ke-I yang mengedepankan tank dan perang dunia ke-II pesawat udara. Kemampuan ketahanan untuk bertahan di bawah permukaan laut membuat kapal selam sangat sulit dideteksi sehingga terjaga kerahasiaannya.
Dari konstelasi geografis, peran, fungsi dan tugas serta kemampuan peperangannya, maka TNI AL harus memiliki kesenjataan strategis dan memiliki daya tangkal yang tinggi berupa alutsista, antara lain jenis kapal selam dan jenis kapal kombatan lainnya. ”Saat ini Indonesia telah membangun kekuatan armada kapal selam yang akan meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :