Kisah Omar Dhani, Panglima Angkatan Udara RI yang Lolos Hukuman Mati

Rabu, 22 Juni 2022 - 14:24 WIB
Dua tahun berselang, pangkat Omar Dhani menjadi acting kapten. Dia kembali dikirim ke luar negeri, kali ini ke Andover, Inggris untuk belajar di Royal Air Force Staff College. Sepulang dari Inggris inilah Omar Dhani terlibat dalam operasi PRRI/Permesta. Jabatannya waktu itu adalah Asisten Perwira Staf bidang Operasi. Dia sendiri yang memimpin operasi udara di Sumatera.

Sebagai loyalis Soekarno, pangkat dan jabatan Omar Dhani benar-benar melesat bak meteor. Pada 1960, dia menyandang posisi Direktur Operasi AURI dengan pangkat letnan kolonel. Setahun kemudian, pangkatnya naik lagi menadi kolonel udara.



Marsekal Omar Dhani mengaku sebagai pengagum berat Soekarno. Foto/istimewa

Pada 19 Januari 1962, Soekarno mengangkatnya sebagai Menteri/Panglima Angkatan Udara. Di posisi sebagai orang nomor satu Angkatan Udara itu, usia Omar Dhani bahkan belum genap 38 tahun. Dialah jenderal termuda yang pernah memimpin AU atau setara KSAU di masa kini.

Tetapi karier cemerlang Omar Dhani itu pun seketika hancur. Namanya terseret dalam peristiwa penculikan para jenderal TNI AD oleh Gerakan 30 September (G30S), sebuah gerakan yang belakangan diketahui diotaki PKI.

Penggunaan lapangan Halim sebagai bagian dari gerakan menjadi alasan kuat atas tuduhan tersebut. Terlebih pada 1 Oktober 1965 Omar Dhani memberikan pernyataan melalui RRI bahwa dirinya mendukung G30S yang mengamankan dan menyelamatkan revolusi dan pemimpin besar revolusi, yaitu Soekarno.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!