BNPT: 2.000 Anak Indonesia Pergi ke Irak dan Suriah Akibat Terpapar Radikalisme
Senin, 20 Juni 2022 - 18:34 WIB
Boy menuturkan, beberapa dari anak yang telah berangkat ke Irak dan Suriah melakukan aksi di luar batas, bahkan sampai melakukan aksi teror seperti bom bunuh diri. "Fenomena anak bangsa menjadi pelaku bom bunuh diri adalah sebuah kondisi yang sangat tidak menguntungkan tentu sesuatu yang sangat merugikan anak bangsa," terangnya.
Baca juga: Kepala BNPT: Penyebar Radikalisme Lakukan Perekrutan Secara Gamblang di Medsos
Boy mencatat, terdapat 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI. Sehingga, pihaknya terus memberlakukan Patroli Siber guna menekan angka tindakan intoleran.
Boy mengatakan, Patroli tersebut merupakan langkah mengantisipasi penyebaran paham khilafah yang tengah marak di Indonesia, salah satunya oleh kelompok Khilafatul Muslimin. Patroli digelar usai pihak kepolisian meringkus 23 tersangka Khilafatul Muslimin.
Lebih lanjut, Boy mengungkap, terdapat 650 konten propaganda yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Termasuk, mengandung pesan anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi, takfiri, konten terkait pendanaan dan pelatihan, hingga glorifikasi ideologi khilafah.
Baca juga: Kepala BNPT: Penyebar Radikalisme Lakukan Perekrutan Secara Gamblang di Medsos
Boy mencatat, terdapat 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI. Sehingga, pihaknya terus memberlakukan Patroli Siber guna menekan angka tindakan intoleran.
Boy mengatakan, Patroli tersebut merupakan langkah mengantisipasi penyebaran paham khilafah yang tengah marak di Indonesia, salah satunya oleh kelompok Khilafatul Muslimin. Patroli digelar usai pihak kepolisian meringkus 23 tersangka Khilafatul Muslimin.
Lebih lanjut, Boy mengungkap, terdapat 650 konten propaganda yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Termasuk, mengandung pesan anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi, takfiri, konten terkait pendanaan dan pelatihan, hingga glorifikasi ideologi khilafah.
(cip)
Lihat Juga :