Mengenal dr Sardjito, Rektor UGM yang Diabadikan Menjadi Nama Rumah Sakit
Senin, 13 Juni 2022 - 11:17 WIB
Sardjito dikenal sebagai sosok yang cinta buku. Salah satu buktinya saat menyelamatkan buku-buku di Institut Pasteur. Di masa perang kemerdekaan tahun 1945, Belanda yang membonceng Sekutu masih melakukan penyerangan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Agar aset pendidikan dapat terselamatkan dari gempuran yang dilancarkan dalam pertempuran, dr Sardjito menyelundupkan buku-buku dari Institut Pasteur di Bandung ke Klaten dan Solo.
Jasa dr Sardjito lainnya bagi perjuangan bangsa adalah pembuatan makanan ransum berupa biskuit untuk tentara yang berjuang di medan perang. Dr. Sardjito membuat biskuit, yang dinamakan biskuit Sardjito, itu dengan formula khusus sehingga para pejuang yang mengonsumsinya dapat tercukupi energinya serta bisa menahan lapar.
Dokter Sardjito diangkat menjadi rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada tahun 1949. Pendirian Universitas Gadjah Mada memang tidak bisa dilepaskan dari nama dr. Sardjito yang mencurahkan pemikiran serta peran sertanya dalam membangun serta mengembangkan universitas tersebut. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor di Universitas Islam Indonesia tahun 1964 hingga 1970.
Pada tahun 1970, tepatnya tanggal 5 Mei, dr Sardjito wafat di usianya yang ke 80 tahun. Setahun sebelu meninggal, usulannya kepada pemerintah agar didirikan sebuah rumah sakit untuk keperluan pendidikan dan kesehatan di Yogyakarta baru dapat direalisasikan. Dia meninggal ketika rumah sakit yang diimpikannya dibangunUntuk menghormati jasanya, rumah sakit yang didirikan pada 13 Juni 1974 itu dinamakan RSUP dr. Sardjito.
Jasa dr Sardjito lainnya bagi perjuangan bangsa adalah pembuatan makanan ransum berupa biskuit untuk tentara yang berjuang di medan perang. Dr. Sardjito membuat biskuit, yang dinamakan biskuit Sardjito, itu dengan formula khusus sehingga para pejuang yang mengonsumsinya dapat tercukupi energinya serta bisa menahan lapar.
Dokter Sardjito diangkat menjadi rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada tahun 1949. Pendirian Universitas Gadjah Mada memang tidak bisa dilepaskan dari nama dr. Sardjito yang mencurahkan pemikiran serta peran sertanya dalam membangun serta mengembangkan universitas tersebut. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor di Universitas Islam Indonesia tahun 1964 hingga 1970.
Pada tahun 1970, tepatnya tanggal 5 Mei, dr Sardjito wafat di usianya yang ke 80 tahun. Setahun sebelu meninggal, usulannya kepada pemerintah agar didirikan sebuah rumah sakit untuk keperluan pendidikan dan kesehatan di Yogyakarta baru dapat direalisasikan. Dia meninggal ketika rumah sakit yang diimpikannya dibangunUntuk menghormati jasanya, rumah sakit yang didirikan pada 13 Juni 1974 itu dinamakan RSUP dr. Sardjito.
(muh)
Lihat Juga :