Kemenkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi

Jum'at, 20 Mei 2022 - 06:35 WIB
Kemudian, sambung dia, para ahli mengatakan gejala hepatitis akut berat ini mirip dengan gejala hepatitis A yang penularannya melalui makanan, juga mengimbau masyarakat untuk cuci tangan, tidak makan sembarangan dan jangan berbagi alat makan dengan orang lain. “Kalau kita terus meningkatkan kewaspadaan untuk sindrom atau demam kuning, jadi puskesmas itu kalau kemudian ada peningkatan sindrom atau demam kuning di daerahnya yang dilaporkan dia harus melakukan namanya kontak investigasi,” kata Nadia.

Dia menuturkan, meskipun tercatat ada 436 kasus dari 27 negara yang ditengarai hepatitis akut misterius, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan kasus terkonfirmasi, karena jenis penyakit ini belum ada definisinya dan jenis penyebabnya. “Kalau kita lihat negara-negara lain itu mencatatkan ada 436 kasus dari 27 negara, dimana kalau kita lihat Indonesia melaporkan 1 kasus kematian dan 4 kasus dengan klasifikasi masih pending klasifikasi,” tuturnya.

“Jadi dia masih bisa mencatatkan ada 5 kematian yang diduga oleh hepatitis akut berat yang belum diketahui, tetapi 4 yang kita laporkan itu masih sangat mungkin untuk keluar dari kriteria tersebut, karena hasil pemeriksaan laboratorium belum kuat,” sambungnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!