Kemenkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi

Jum'at, 20 Mei 2022 - 06:35 WIB
loading...
Kemenkes Sebut Hepatitis...
Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa hepatitis akut misterius kecil sekali kemungkinannya berkembang menjadi pandemi. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa hepatitis akut misterius kecil sekali kemungkinannya berkembang menjadi pandemi . Karena kondisinya tidak akan mengancam begitu banyak dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

“Tetapi kita perlu waspadai, kenapa perlu diwaspadai, makanya WHO menyatakan ini sebagai penyakit yang disebut sebagai potensi terjadinya kejadian luar biasa,” ujar Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk “Hepatitis Akut Mengancam, Bagaimana Antisipasinya?” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Dalam epidemiologi, juru bicara vaksinasi Covid-19 ini menjelaskan, tahapan-tahapan penyakit dimulai dari peningkatan kasus, kejadian luar biasa, wabah, endemi dan pandemi. Sementara hepatitis ini, WHO meminta untuk berhati-hati agar tidak terjadi kejadian luar biasa dan kasus terbanyak menyerang anak-anak.

Baca juga: Dunia Bersiaga Hadapi Dampak Serius Hepatitis Akut



Kemudian, sambung dia, para ahli mengatakan gejala hepatitis akut berat ini mirip dengan gejala hepatitis A yang penularannya melalui makanan, juga mengimbau masyarakat untuk cuci tangan, tidak makan sembarangan dan jangan berbagi alat makan dengan orang lain. “Kalau kita terus meningkatkan kewaspadaan untuk sindrom atau demam kuning, jadi puskesmas itu kalau kemudian ada peningkatan sindrom atau demam kuning di daerahnya yang dilaporkan dia harus melakukan namanya kontak investigasi,” kata Nadia.

Dia menuturkan, meskipun tercatat ada 436 kasus dari 27 negara yang ditengarai hepatitis akut misterius, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan kasus terkonfirmasi, karena jenis penyakit ini belum ada definisinya dan jenis penyebabnya. “Kalau kita lihat negara-negara lain itu mencatatkan ada 436 kasus dari 27 negara, dimana kalau kita lihat Indonesia melaporkan 1 kasus kematian dan 4 kasus dengan klasifikasi masih pending klasifikasi,” tuturnya.

“Jadi dia masih bisa mencatatkan ada 5 kematian yang diduga oleh hepatitis akut berat yang belum diketahui, tetapi 4 yang kita laporkan itu masih sangat mungkin untuk keluar dari kriteria tersebut, karena hasil pemeriksaan laboratorium belum kuat,” sambungnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Aktivis KontraS Andrie...
Aktivis KontraS Andrie Yunus Dirawat di RSCM, Kemenkes: Akan Kita Gratiskan
IHC Bersama RS Kemenkes...
IHC Bersama RS Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Peserta JKN Tembus 282,7...
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, Direktur BPJS Kesehatan: Masyarakat Kini Tak Takut Berobat
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
Rekomendasi
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
FBI Sebut TikTok Jadi...
FBI Sebut TikTok Jadi Masalah Keamanan Nasional AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved