Petani dan Penyuluh Purworejo Percepat Tanam dengan Cara Sebar Petuk
Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:55 WIB
Daerah Poktan Kertosari 2 sendiri merupakan wilayah Projek Strategic Irrigation Modernization Urgent Rehabilitation (SIMURP) yang menerapkan pertanian cerdas iklim atau Climatte Smart Agriculture (CSA) dengan memanfaatkan irigasi dari saluran air kedung putri.
Sedangkan sistem petuk atau terowong, adalah sistem dimana pembuatan pembibitan padi dilakukan lebih awal. Pada petakan sawah yang panen lebih awal atau petakan yang dipanen tidak terlalu tua. Sehingga pada saat hamparan selesai panen maka bibit sudah berumur 10 hari. Begitu hamparan selesai panen maka langsung olah tanah selama satu minggu olah tanah selesai. Maka lahan siap ditanam dengan umur bibit sebelum 20 hari.
Poktan Kertosari 2 memiliki luas lahan sawah sekitar 23 hektare dengan produksi rata-rata 8 ton/ha, varietas IR 64 dengan sistem Jajar Legowo. “Sistim tanam padi bibit sebar petuk areal yang biasanya tanam paling akhir sekarang tanam paling awal dibanding areal blok dari desa lainnya,” tutur Muji Syukur, Ketua Poktan Kertosari 2.(swr/nf)
Sedangkan sistem petuk atau terowong, adalah sistem dimana pembuatan pembibitan padi dilakukan lebih awal. Pada petakan sawah yang panen lebih awal atau petakan yang dipanen tidak terlalu tua. Sehingga pada saat hamparan selesai panen maka bibit sudah berumur 10 hari. Begitu hamparan selesai panen maka langsung olah tanah selama satu minggu olah tanah selesai. Maka lahan siap ditanam dengan umur bibit sebelum 20 hari.
Poktan Kertosari 2 memiliki luas lahan sawah sekitar 23 hektare dengan produksi rata-rata 8 ton/ha, varietas IR 64 dengan sistem Jajar Legowo. “Sistim tanam padi bibit sebar petuk areal yang biasanya tanam paling akhir sekarang tanam paling awal dibanding areal blok dari desa lainnya,” tutur Muji Syukur, Ketua Poktan Kertosari 2.(swr/nf)
(alf)
Lihat Juga :