Family Megashift in the New Normal

Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:02 WIB
Dengan risiko kesehatan dan kematian yang melonjak oleh adanya pandemi, maka kami memperkirakan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya asuransi akan meningkat pesat.

Mereka akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan yang non-esensial. Sebaliknya, mereka mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan-kebutuhan penunjang kesehatan dan keselamatan jiwa, termasuk salah satunya adalah asuransi. (Baca juga: 1 RT di Karawang di Karantina Usai Ditemukan 4 Kasus Covid-19)

COVID-19 will accelerate the insurance awareness in Indonesia.

#3. Deeper Family Bond

Sisi positif dari krisis COVID-19 adalah terciptanya hubungan keluarga yang semakin erat.

Ketika mayoritas waktu dilakukan di rumah, antaranggota keluarga bisa lebih berinteraksi. Tentu hal ini akan sulit terjadi di kondisi normal. Khususnya bagi masyarakat urban di kota-kota besar.

Misalnya saja, seseorang bekerja selama 8 jam per hari dengan durasi perjalan dari rumah ke tempat kerja kurang lebih 1 jam. Setidaknya dalam waktu satu hari, 40% waktu dihabiskan di luar rumah sehingga sulit sekali mencari waktu untuk ngobrol santai dengan keluarga.

Setelah lebih dari dua bulan mulai beradaptasi dengan stay at home lifestyle. Antaranggota keluarga mulai membangun sense of togetherness. Apapun masalah yang dihadapi keluarga selalu ada yang menemani.

Studi dari McKinsey menunjukkan, para eksekutif di China mengaku dekat dengan keluarga dan hal ini membantu mereka untuk lebih memahami emosi dan dukungan yang dibutuhkan saat mengalami masalah di tempat kerja.

#4. Healthy Is the New Caring

Diri kita adalah tameng pertama dari pertahanan melawan virus COVID-19. Semenjak awal virus merebak, masyarakat mulai peduli untuk menjaga kebersihan diri. Salah satunya ditunjukkan dengan perilaku mencuci tangan. (Baca juga: Viral Aksi TNI Adang Tank Israel di Lebanon)

Survei dari Nippon, perilaku personal hygiene seperti mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan memakai masker mengalami peningkatan dibandingkan saat virus Influenza tahun 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!