Transaksi UMKM Meningkat, Indonesia Jadi Pasar E-Commerce Terbesar di Asia Tenggara
Kamis, 21 April 2022 - 19:54 WIB
Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksikan pertumbuhan sektor logistik mencapai 9,18% dengan nilai Rp971 triliun. Di mana subsektor transportasi akan tumbuh sebesar 8,97% sekitar Rp806,8 triliun dan subsektor pergudangan tumbuh sebesar 9,8% sekitar Rp161,9 triliun. Dilihat dari laporan ecommerceIQ, logistik masih menjadi isu utama efektivitas berbelanja di e-commerce.
Baca juga: Kagama Bantu UMKM Masuk dalam Ekosistem Digital Commerce Indonesia
Untuk sebuah operasional logistik di era digital sistem pergudangan masih menjadi salah satu masalah dan sangat penting untuk segera diberikan solusinya, terutama apabila para pemain logistik maupun korporasi yang menginginkan adanya efisiensi dan peningkatan produktivitas karena dengan adanya perangkat lunak sistem management pergudangan atau Warehouse Management System (WMS) setiap aktivitas baik dalam mengelola penerimaan barang (Inbound), pengelolaan inventory
Inventory Management serta penanganan barang keluar (Outbound) dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Selain itu, dengan adanya solusi WMS yang terintegrasi dengan e-commerce atau marketplace, dapat membuat proses penanganan pesanan menjadi lebih cepat dan akurat.
CEO LODI Indonesia, Yan Hendry Jauwena, menyampaikan untuk sebuah operasional logistik dapat memberikan solusi kepada pasar yang berubah sangat dinamis secara cepat di era digital, perangkat lunak sistem management pergudangan atau WMS bukanlah merupakan sebuah pilihan tetapi menjadi sebuah keharusan.
“Leanbox WMS yang merupakan karya anak bangsa siap diberikan untuk membantu mengatasi permasalahan logistik di tanah air, karena saya percaya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Indonesia bisa diwujudkan secara penuh dengan adanya keadilan logistik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Yan, (21/4/2022)
Baca juga: Kagama Bantu UMKM Masuk dalam Ekosistem Digital Commerce Indonesia
Untuk sebuah operasional logistik di era digital sistem pergudangan masih menjadi salah satu masalah dan sangat penting untuk segera diberikan solusinya, terutama apabila para pemain logistik maupun korporasi yang menginginkan adanya efisiensi dan peningkatan produktivitas karena dengan adanya perangkat lunak sistem management pergudangan atau Warehouse Management System (WMS) setiap aktivitas baik dalam mengelola penerimaan barang (Inbound), pengelolaan inventory
Inventory Management serta penanganan barang keluar (Outbound) dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Selain itu, dengan adanya solusi WMS yang terintegrasi dengan e-commerce atau marketplace, dapat membuat proses penanganan pesanan menjadi lebih cepat dan akurat.
CEO LODI Indonesia, Yan Hendry Jauwena, menyampaikan untuk sebuah operasional logistik dapat memberikan solusi kepada pasar yang berubah sangat dinamis secara cepat di era digital, perangkat lunak sistem management pergudangan atau WMS bukanlah merupakan sebuah pilihan tetapi menjadi sebuah keharusan.
“Leanbox WMS yang merupakan karya anak bangsa siap diberikan untuk membantu mengatasi permasalahan logistik di tanah air, karena saya percaya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Indonesia bisa diwujudkan secara penuh dengan adanya keadilan logistik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Yan, (21/4/2022)
Lihat Juga :