UU TPKS Disahkan Puan Maharani, Momentum Konsolidasi Perempuan Indonesia
Rabu, 13 April 2022 - 20:00 WIB
Indah menyebut sikap Puan perlu didukung oleh seluruh elemen perempuan di Indonesia. Betapa tidak, setelah menunggu selama 6 tahun sejak 2016, akhirnya UU ini disahkan oleh DPR. Dengan keberhasilan Puan mendorong UU ini disahkan DPR, maka saat ini akan ada aturan jelas untuk menjerat pelaku kekerasan seksual.
Indah menyatakan sebelum UU ini disahkan, kekerasan seksual marak terjadi. Para pelaku pun tak dapat ditarik ke meja hijau karena adanya kekosongan hukum. Dengan UU TPKS yang telah disahkan, dia berharap kasus kekerasan seksual akan menurun signifikan. Ini karena pelaku akan berpikir berulang kali untuk melakukan tindakan tercela tersebut.
Baca juga: UU TPKS Disahkan, Polri Percepat Pembentukan Direktorat PPA
"Momen ini bagi saya bagus untuk konsolidasi elemen perempuan se Indonesia. Puan telah mengawali momentum ini dan mesti dijaga agar sinergisitas antar elemen perempuan dapat terwujud di masa depan," ujarnya.
Sebagai informasi, pengesahan RUU TPKS dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam rapat paripurna ini turut hadir sejumlah aktivis perempuan dari berbagai organisasi.
Indah menyatakan sebelum UU ini disahkan, kekerasan seksual marak terjadi. Para pelaku pun tak dapat ditarik ke meja hijau karena adanya kekosongan hukum. Dengan UU TPKS yang telah disahkan, dia berharap kasus kekerasan seksual akan menurun signifikan. Ini karena pelaku akan berpikir berulang kali untuk melakukan tindakan tercela tersebut.
Baca juga: UU TPKS Disahkan, Polri Percepat Pembentukan Direktorat PPA
"Momen ini bagi saya bagus untuk konsolidasi elemen perempuan se Indonesia. Puan telah mengawali momentum ini dan mesti dijaga agar sinergisitas antar elemen perempuan dapat terwujud di masa depan," ujarnya.
Sebagai informasi, pengesahan RUU TPKS dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam rapat paripurna ini turut hadir sejumlah aktivis perempuan dari berbagai organisasi.
Lihat Juga :