Ketua Banggar Minta Polisi Ungkap Kelompok yang Bonceng Aksi Mahasiswa di DPR

Selasa, 12 April 2022 - 07:25 WIB
Ketua Badan Anggaran DPR MH Said Abdullah meminta polisi mengungkap kelompok yang membonceng aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR. Foto/istimewa
JAKARTA - Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) di depan Gedung DPR/MPR diwarnai insiden pemukulan terhadap pegiat media sosial Ade Armando.

Ketua Badan Anggaran DPR MH Said Abdullah menilai aksi kekerasan itu sangat tidak berperikemanusiaan. Karenanya, dia meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan proses hukum maksimal kepada para pelaku kekerasan terhadap dosen Universitas Indonesia (UI) ini. Sebab, negara ini tidak boleh kalah dengan premanisme, radikalisme dan intoleransi.



"Saya juga meminta polisi mengidentifikasi kelompok dan jaringannya terhadap sekelompok massa yang membonceng momentum aksi mahasiswa 11 April 2022 yang menuntut Presiden Jokowi mundur, karena mengarah pada tindakan inkonstitusional," jelasnya di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Kecam Penganiayaan Ade Armando, Moeldoko: Cari, Temukan, dan Tindak Tegas Pelakunya

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tanpa ada tekanan dan rasa takut dijamin oleh Undang-Undang (UU). Namun kebebasan harus bertanggung jawab. Artinya penggunaan kebebasan tidak menabrak kepentingan umum, tidak menimbulkan fitnah, prasangka, tindakan anarkis, dan diniatkan untuk perubahan sosial kearah yang lebih baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!