Pemecatan Dokter Terawan Dipertanyakan, DPR Minta Polisi Periksa Oknum IDI yang Bikin Gaduh
Senin, 28 Maret 2022 - 12:37 WIB
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada kepolisian untuk mengusut masalah pemecatan Terawan Agus Putranto, khususnya mengenai siapa oknum IDI yang membuat kegaduhan ini. Foto/dpr.go.id
JAKARTA - Wakil Ketua DPR , Sufmi Dasco Ahmad menilai bahwa rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) terkait pemecatan eks Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sangat berbahaya bagi dunia kedokteran. Saat mempelajari perihal putusan ini, Dasco melihat bahwa pemecatan Terawan tidak sah dan membuat gaduh.
"Menurut saya sangat berbahaya bagi dunia kedokteran. Tetapi saya sudah pelajari dengan seksama soal pemecatan ini, bisa kita nyatakan bahwa pemecatan Ini tidak sah," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022). Baca juga: Pro Kontra Metode Cuci Otak Dokter Terawan, Ini Pejabat yang Jadi Pasiennya
Dasco menjelaskan yang pertama itu baru rekomendasi dari MKEK IDI dan yang kedua rekomendasi itu harus dieksekusi oleh Pengurus Besar (PB) IDI. Sementara pengurus yang lama sudah demisioner dan yang baru belum dilantik.
Menurutnya, rekomendasi itu kemudian dibacakan di forum Muktamar IDI oleh perangkat yang tidak jelas sehingga menimbulkan kegaduhan. Untuk itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini meyakini bahwa Menkes Budi Gunadi Sadikin dapat memfasilitasi masalah yang terjadi antara PB IDI dengan Terawan sebagai anggota IDI dan masalah ini bisa diselesaikan oleh PB IDI yang baru.
"Menurut saya sangat berbahaya bagi dunia kedokteran. Tetapi saya sudah pelajari dengan seksama soal pemecatan ini, bisa kita nyatakan bahwa pemecatan Ini tidak sah," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022). Baca juga: Pro Kontra Metode Cuci Otak Dokter Terawan, Ini Pejabat yang Jadi Pasiennya
Dasco menjelaskan yang pertama itu baru rekomendasi dari MKEK IDI dan yang kedua rekomendasi itu harus dieksekusi oleh Pengurus Besar (PB) IDI. Sementara pengurus yang lama sudah demisioner dan yang baru belum dilantik.
Menurutnya, rekomendasi itu kemudian dibacakan di forum Muktamar IDI oleh perangkat yang tidak jelas sehingga menimbulkan kegaduhan. Untuk itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini meyakini bahwa Menkes Budi Gunadi Sadikin dapat memfasilitasi masalah yang terjadi antara PB IDI dengan Terawan sebagai anggota IDI dan masalah ini bisa diselesaikan oleh PB IDI yang baru.
Lihat Juga :