Ketum PBNU Diundang Hadiri Kongres Pemimpin Dunia dan Agama di Kazakhstan
Selasa, 22 Maret 2022 - 18:48 WIB
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf diundang menghadiri Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional ke-7 di Nur Sultan, Ibu Kota Kazakhstan. Foto/istimewa
JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf diundang menghadiri Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional ke-7 di Nur Sultan, Ibu Kota Kazakhstan, pada 14-15 September 2022.
Undangan itu disampaikan langsung Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov secara khusus saat berkunjung ke Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Senin (21/3/2022) pagi.
“Kami melakukan pembicaraan yang sangat menarik, khususnya terkait inisiatif Kazakhstan untuk menggelar satu konferensi yang menurut saya sangat penting yaitu konferensi agama-agama tradisional sedunia,”ujar Gus Yahya dikutip dalam laman resmi NU Online, Selasa,(22/3/2022).
Baca juga: Gus Yahya: NU Jawaban untuk Membangun Peradaban Islam
Menurut Gus Yahya, kongres ini akan menjadi pertemuan yang sangat menarik. Gus Yahya berharap, keterlibatan NU di dalam kongres itu mampu memberikan kontribusi yang bermakna antara kedua negara.
“Yang tidak kalah penting, NU bisa membangun kerja sama lebih erat dengan Kazakhstan dan umat Islam di Kazakhstan, yang mayoritas Muslim juga. Mudah-mudahan ini menjadi awal dari kerja sama yang erat dan bermakna antara Kazakhstan dan NU,”ucap Gus Yahya.
Undangan itu disampaikan langsung Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov secara khusus saat berkunjung ke Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Senin (21/3/2022) pagi.
“Kami melakukan pembicaraan yang sangat menarik, khususnya terkait inisiatif Kazakhstan untuk menggelar satu konferensi yang menurut saya sangat penting yaitu konferensi agama-agama tradisional sedunia,”ujar Gus Yahya dikutip dalam laman resmi NU Online, Selasa,(22/3/2022).
Baca juga: Gus Yahya: NU Jawaban untuk Membangun Peradaban Islam
Menurut Gus Yahya, kongres ini akan menjadi pertemuan yang sangat menarik. Gus Yahya berharap, keterlibatan NU di dalam kongres itu mampu memberikan kontribusi yang bermakna antara kedua negara.
“Yang tidak kalah penting, NU bisa membangun kerja sama lebih erat dengan Kazakhstan dan umat Islam di Kazakhstan, yang mayoritas Muslim juga. Mudah-mudahan ini menjadi awal dari kerja sama yang erat dan bermakna antara Kazakhstan dan NU,”ucap Gus Yahya.
Lihat Juga :