Gus Yahya: NU Jawaban untuk Membangun Peradaban Islam
Minggu, 06 Maret 2022 - 06:20 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, NU merupakan organisasi ulama sebagai jawaban atas lahirnya kembali peradaban Islam.
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau dikenal dengan Gus Yahya menyampaikan pandangannya terkait NU di tengah peradaban global multi polar. Hal ini disampaikan dalam simposium peradaban NU yang digelar PWNU di Keraton Sumenep, Sabtu, 5 Maret 2022.
Gus Yahya mengatakan peradaban adalah suatu komposisi dari beberapa elemen yang kompleks seperti nilai-nilai, budaya, sampai kepada tatanan sosial politik yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat. “Oleh sebab itu, dalam bahasa Inggris peradaban disebut civilization karena menyangkut sipil yang artinya masyarakat,” kata Gus Yahya dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (6/3/2022).
Peradaban Islam sendiri menurut Gus Yahya telah terbangun sejak zaman Rasulullah. Karena Rasulullah memiliki visi untuk membangun peradaban dari wahyu-wahyu yang disampaikan kepada manusia.
Baca juga: Harlah ke-96 NU, Gus Yahya: NTT Miniatur Indonesia
“Maka ketika Rasul melaksanakan perjuangan dalam bergulat memikul risalah kita akan menyaksikan bahwa seluruh perjuangannya sesungguhnya adalah merintis suatu peradaban karena tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai tapi juga membangun struktur masyarakat agar dapat diterapkan di kehidupan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Lalu setelah zaman Rasulullah, peradaban Islam sempat mentereng saat zaman Turki Utsmani. Namun akhirnya jatuh pada Perang Dunia I setelah perang melawan Eropa yang mengakibatkan umat Islam merasakan kebimbangan yang sangat mendalam.
Baca juga: Resmikan Kampung Nelayan, PBNU Target Punya 90 Titik Daerah Binaan
Gus Yahya mengatakan peradaban adalah suatu komposisi dari beberapa elemen yang kompleks seperti nilai-nilai, budaya, sampai kepada tatanan sosial politik yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat. “Oleh sebab itu, dalam bahasa Inggris peradaban disebut civilization karena menyangkut sipil yang artinya masyarakat,” kata Gus Yahya dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (6/3/2022).
Peradaban Islam sendiri menurut Gus Yahya telah terbangun sejak zaman Rasulullah. Karena Rasulullah memiliki visi untuk membangun peradaban dari wahyu-wahyu yang disampaikan kepada manusia.
Baca juga: Harlah ke-96 NU, Gus Yahya: NTT Miniatur Indonesia
“Maka ketika Rasul melaksanakan perjuangan dalam bergulat memikul risalah kita akan menyaksikan bahwa seluruh perjuangannya sesungguhnya adalah merintis suatu peradaban karena tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai tapi juga membangun struktur masyarakat agar dapat diterapkan di kehidupan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Lalu setelah zaman Rasulullah, peradaban Islam sempat mentereng saat zaman Turki Utsmani. Namun akhirnya jatuh pada Perang Dunia I setelah perang melawan Eropa yang mengakibatkan umat Islam merasakan kebimbangan yang sangat mendalam.
Baca juga: Resmikan Kampung Nelayan, PBNU Target Punya 90 Titik Daerah Binaan
Lihat Juga :