Sekolah Segera Dibuka, Menkes Siapkan Fasilitas Layanan Kesehatan
Selasa, 16 Juni 2020 - 02:00 WIB
Jika ditemukan ada kasus positif di sekolah, maka petugas puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan sekolah tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. “Aktivitas sekolah akan dihentikan dulu sementara dan terus dilakukan tracing pada anak yang sakit tersebut. Tracing itu bisa ditelusuri dari lingkungan anak tersebut maupun di lingkungan sekolahnya,” kata Terawan.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran baru tetap berjalan sesuai kalender pendidikan pada pertengahan Juli nanti. Namun, kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya diizinkan bagi sekolah di daerah zona hijau atau bebas dari dampak Covid-19.
“Hanya sekolah-sekolah di zona hijau saja yang boleh melakukan belajar tatap muka seperti biasa. Tapi daerah zona kuning, oranye dan merah sesuai kesepakatan bersama dengan Gugus Tugas Pusat, dilarang melakukan saat ini untuk pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem dalam telekonferensi pers, Senin (15/6/2020).
Saat ini, menurut catatannya, hanya sekitar 90 kabupaten/kota yang masuk daerah zona hijau. Sisanya masuk daerah zona kuning, oranye, dan merah. “Artinya, hanya 6% dari total peserta didik saja yang boleh belajar tatap muka di sekolah. Sisanya, 94% peserta didik tidak diperkenankan untuk belajar tatap muka karena masih ada risiko penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran baru tetap berjalan sesuai kalender pendidikan pada pertengahan Juli nanti. Namun, kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya diizinkan bagi sekolah di daerah zona hijau atau bebas dari dampak Covid-19.
“Hanya sekolah-sekolah di zona hijau saja yang boleh melakukan belajar tatap muka seperti biasa. Tapi daerah zona kuning, oranye dan merah sesuai kesepakatan bersama dengan Gugus Tugas Pusat, dilarang melakukan saat ini untuk pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem dalam telekonferensi pers, Senin (15/6/2020).
Saat ini, menurut catatannya, hanya sekitar 90 kabupaten/kota yang masuk daerah zona hijau. Sisanya masuk daerah zona kuning, oranye, dan merah. “Artinya, hanya 6% dari total peserta didik saja yang boleh belajar tatap muka di sekolah. Sisanya, 94% peserta didik tidak diperkenankan untuk belajar tatap muka karena masih ada risiko penyebaran Covid-19,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :