Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Peta Geopolitik Global
Jum'at, 04 Maret 2022 - 20:36 WIB
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina, Duo Klitschko Bunuh 6 Tentara Rusia
Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga dan produsen gas alam terbesar kedua dunia. Rusia mengekspor 70% ekspor gasnya ke Eropa via pipa melalui Ukraina. Dengan pangsa pasar 12%, Rusia merupakan salah satu produsen minyak global terbesar. Separuh dari ekspor minyak dan kondensatnya ditujukan ke Eropa. China adalah negara pengimpor minyak mentah Rusia terbesar. Rusia juga pemasok batubara terbesar ketiga di dunia.
Sebelum invasi, harga minyak mentah sudah menembus USD86 per barel sebagai akibat lonjakan permintaan dan mulai pulihnya ekonomi global. Saat ini harga minyak USD116 per barel. Bursa saham dunia langsung anjlok. Pasca invasi, harga baru bara Newcastle melesat ke level USD270 per ton. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Rusia merupakan pemain kunci dalam konstelasi geopolitik di kawasan Eropa dan Asia.
UE bereaksi dengan mengeluarkan sanksi terhadap Rusia berupa ancaman pembekuan aset dan memblokir akses perbankan, teknologi dan pasar. Padahal Rusia adalah salah satu mitra dagang terbesar UE. Impor UE didominasi oleh gas, minyak bumi dan pertambangan.
Mempertimbangkan fakta besarnya market share Rusia di Eropa, posisi UE sebagai investor terbesar di Rusia dan surplus perdagangan Rusia terhadap Eropa, respon UE ini diharapkan dapat menekan Putin untuk mengakhiri invasi.
Sejauh ini, dampak langsung dari invasi ini masih berskala regional. Namun apabila krisis ini berkepanjangan, maka sangat besar kemungkinan akan mempengaruhi ekonomi global, mengguncang pasar keuangan, mendorong kenaikan harga energi dan komoditas terkait.
Perubahan Geopolitik Global
Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga dan produsen gas alam terbesar kedua dunia. Rusia mengekspor 70% ekspor gasnya ke Eropa via pipa melalui Ukraina. Dengan pangsa pasar 12%, Rusia merupakan salah satu produsen minyak global terbesar. Separuh dari ekspor minyak dan kondensatnya ditujukan ke Eropa. China adalah negara pengimpor minyak mentah Rusia terbesar. Rusia juga pemasok batubara terbesar ketiga di dunia.
Sebelum invasi, harga minyak mentah sudah menembus USD86 per barel sebagai akibat lonjakan permintaan dan mulai pulihnya ekonomi global. Saat ini harga minyak USD116 per barel. Bursa saham dunia langsung anjlok. Pasca invasi, harga baru bara Newcastle melesat ke level USD270 per ton. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Rusia merupakan pemain kunci dalam konstelasi geopolitik di kawasan Eropa dan Asia.
UE bereaksi dengan mengeluarkan sanksi terhadap Rusia berupa ancaman pembekuan aset dan memblokir akses perbankan, teknologi dan pasar. Padahal Rusia adalah salah satu mitra dagang terbesar UE. Impor UE didominasi oleh gas, minyak bumi dan pertambangan.
Mempertimbangkan fakta besarnya market share Rusia di Eropa, posisi UE sebagai investor terbesar di Rusia dan surplus perdagangan Rusia terhadap Eropa, respon UE ini diharapkan dapat menekan Putin untuk mengakhiri invasi.
Sejauh ini, dampak langsung dari invasi ini masih berskala regional. Namun apabila krisis ini berkepanjangan, maka sangat besar kemungkinan akan mempengaruhi ekonomi global, mengguncang pasar keuangan, mendorong kenaikan harga energi dan komoditas terkait.
Perubahan Geopolitik Global
Lihat Juga :