Fadli Zon Tantang Mahfud Adu Data: Doktor Saya Bidang Sejarah

Jum'at, 04 Maret 2022 - 19:58 WIB
Lagipula, meski nama Soeharto tak ada dalam Keppres, tapi Soeharto tetap disebut sebanyak 48 kali dalam naskah akademiknya. Hal itu pun juga dibenarkan oleh sejarawan dari UGM. "Kita tak pernah meniadakan peran Soeharto, malah itu di naskah kademik Kepres nama Soeharto disebut 48 kali. Karena kita (Pemerintah) menencatat dengan baik peran Pak Harto," ucapnya.

Merasa terusik, Fadli lewat akun Twitter pun membeberkan bidang keilmuan yang dipelajainya. ”Kebetulan Doktor sy bid sejarah dr @univ_indonesia,” cuit Waketum Partai Gerindra itu, Jumat (4/3/2022) petang.

Fadli juga mengungkapkan bagaimana Soeharto berperan sebagai penengah di antara perbedaan pandangan elite politik Indonesia pada periode itu. ”Sy jg meneliti PDRI. Negara hampir pecah gara2 konflik PDRI vs Tracee Bangka. Jend Sudirman pun mulanya “enggan” bertemu Soekarno-Hatta utk rekonsiliasi nasional Juli 1949. Baru stlh dibujuk Pak Harto akhirnya mau bertemu,” tulis anggota Komisi I DPR ini.

Dia pun menantang Mahfud sebagai representasi pemerintah untuk beradu data. ”P@mohmahfudmd mari ajak diskusi/debat saja sejarawan di belakang Keppres itu. Kita bisa adu data dan fakta. Tapi jgn belokkan sejarah!,” kata Fadli.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!