Berawal untuk Pembinaan Ormas, Kerangkeng Manusia Menjelma Jadi Tempat Siksa

Kamis, 03 Maret 2022 - 14:20 WIB
"Awalnya diniatkan untuk pembinaan anggota ormas di daerah kediaman TRP. Namun, perkembangannya tidak hanya untuk anggota saja, tapi untuk masyarakat umum," ujar Yasdad dalam konferensi pers, Rabu (2/3/2022).

Yasdad mencatat, kamuflase tersebut berhasil berkembang, yang awalnya terdapat satu kereng lalu bertambah menjadi dua serta memiliki anggota penghuni yang terstruktur.

"Kereng pertama diisi 30 penghuni, kereng kedua 27 orang penghuni. Di dalam kereng ini punya struktur berupa pembina, kalapas, kepala kamar, besker (bebas kereng), pengawas atau keamanan.

Yasdad menjelaskan, kekerasan kepada korban mulanya terjadi pada periode awal masuk kerangkeng. Hal tersebut terjadi dalam bentuk kekerasan berintensitas tinggi.

"Tindakan kekerasan dengan intensitas tinggi sering terjadi pada periode awal masuk kerangkeng, yakni di bawah satu bulan pertama," ujar Yasdad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!