Survei: Polemik Arteria Beri Efek Negatif Terhadap Elektabilitas PDIP di Jabar

Selasa, 15 Februari 2022 - 16:50 WIB
Polemik Arteria Dahlan yang mempersoalkan adanya kepala kejaksaan tinggi yang berbahasa Sunda saat rapat membawa efek negatif terhadap tingkat keterpilihan pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Barat. Foto/Tangkapan layar
JAKARTA - Polemik Arteria Dahlan yang mempersoalkan adanya kepala kejaksaan tinggi yang berbahasa Sunda saat rapat membawa efek negatif terhadap tingkat keterpilihan pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) di Jawa Barat. Hal tersebut berdasarkan temuan survei yang dilakukan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diumumkan hari ini.

Manager Program SMRC, Saidiman Ahmad menjelaskan, ada 66 persen warga Jawa Barat (Jabar) yang mengetahui kasus Arteria Dahlan yang dianggap menyinggung etnis sunda. "Jadi peristiwa ini cukup menghebohkan, jadi warga Jawa Barat umumnya atau mayoritasnya mengetahui peristiwa itu," kata Saidiman dalam paparan surveinya secara daring, Selasa (15/2/2022).



Saidiman kemudian menyebut kasus Arteria ini ternyata berdampak negatif terhadap keterpilihan atau elektabilitas PDIP di Jawa Barat. "Kita lihat di sini dari yang tahu hanya peristiwa itu hanya 14 persen yang menyatakan pilihan terhadap PDIP. Sementara mereka yang tidak tahu itu 21 persen," ujarnya.

Baca juga: Arteria Dahlan Akhirnya Minta Maaf kepada Masyarakat Sunda
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!