Media Paling Terpukul Akibat Transformasi Digitalisasi
Selasa, 08 Februari 2022 - 21:33 WIB
Baca juga: Hari Pers Nasional, Airlangga: Penanganan Covid-19 di Indonesia Terbaik ke-4 di Dunia
"Jelas, media juga merupakan salah satu dari sektor yang terdampak dengan adanya perubahan ke ruang digital. Pemicunya adalah teknologi berkembang begitu pesat yang didukung infrastruktur dan konektivitas. Jadi memudahkan koneksi masyarakat," kata Ismail dalam kegiatan diskusi Open Mic SDPPI yang mengangkat tema Tantangan dan Masa Depan Media di Era Digital, Selasa (8/2/2022).
Kegiatan diskusi tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, pada Senin 7 Februari 2022. Format diskusi yang dilakukan secara daring dan luring ini dilakukan di Hotel Plaza Inn.
Pemicu yang kedua adalah perilaku masyarakat terutama generasi muda. Generasi muda yang ternyata memang jauh lebih merasa terbantu dan nyaman, era digital cocok dengan karakter generasi muda.
Bagaimana kondisi media di era digital saat ini? Ismail mengatakan terjadi perubahan media yang sangat signifikan karena adanya penembusan batas-batas sebagai dampak dari adanya transformasi digital. Media menjadi sektor yang paling terimbas dari era digital, paling parah dampaknya akibat transformasi digital.
Ketika internet ini menjadi massif dan mudah dikoneksi oleh masyarakat dengan kualitas baik dan harga yang murah, maka industri media itu sudah mengalami perubahan. Semua orang bisa menjadi reporter, jadi wartawan, semua orang bisa menjadi pemilik media
Untuk menghadapi tantangan ini, lanjut Ismail, Pertama, setiap insan pers atau media harus mengetahui terlebih dahulu mengenai kondisinya. Sekarang atau ke depan akan seperti apa. Kondisi sekarang dan tren-tren ke depan itu insan media seharusnya berada pada posisi terdepan untuk memahami kondisi perubahan di era digital.
"Jelas, media juga merupakan salah satu dari sektor yang terdampak dengan adanya perubahan ke ruang digital. Pemicunya adalah teknologi berkembang begitu pesat yang didukung infrastruktur dan konektivitas. Jadi memudahkan koneksi masyarakat," kata Ismail dalam kegiatan diskusi Open Mic SDPPI yang mengangkat tema Tantangan dan Masa Depan Media di Era Digital, Selasa (8/2/2022).
Kegiatan diskusi tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, pada Senin 7 Februari 2022. Format diskusi yang dilakukan secara daring dan luring ini dilakukan di Hotel Plaza Inn.
Pemicu yang kedua adalah perilaku masyarakat terutama generasi muda. Generasi muda yang ternyata memang jauh lebih merasa terbantu dan nyaman, era digital cocok dengan karakter generasi muda.
Bagaimana kondisi media di era digital saat ini? Ismail mengatakan terjadi perubahan media yang sangat signifikan karena adanya penembusan batas-batas sebagai dampak dari adanya transformasi digital. Media menjadi sektor yang paling terimbas dari era digital, paling parah dampaknya akibat transformasi digital.
Ketika internet ini menjadi massif dan mudah dikoneksi oleh masyarakat dengan kualitas baik dan harga yang murah, maka industri media itu sudah mengalami perubahan. Semua orang bisa menjadi reporter, jadi wartawan, semua orang bisa menjadi pemilik media
Untuk menghadapi tantangan ini, lanjut Ismail, Pertama, setiap insan pers atau media harus mengetahui terlebih dahulu mengenai kondisinya. Sekarang atau ke depan akan seperti apa. Kondisi sekarang dan tren-tren ke depan itu insan media seharusnya berada pada posisi terdepan untuk memahami kondisi perubahan di era digital.
Lihat Juga :