Tim Pemulasaran Jenazah Corona Jalankan Protokol Kesehatan Ketat
Jum'at, 12 Juni 2020 - 16:44 WIB
Reza pun menceritakan bagaimana mengurus pemulasaran jenazah di RSD Wisma Atlet yang sebenarnya tidak dilengkapi dengan ruangan pemulasaran jenazah seperti di rumah sakit pada umumnya.
"Jadi memang namanya saja Rumah Sakit Darurat ya, jadi bukan secara full fasilitas-fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh rumah sakit. Termasuk di dalamnya adalah ruang pemulasaran jenazah bentuknya apartemen lantainya sampai 40," ungkapnya.
Dalam pemulasaran jenazah di RSD Wisma Atlet, Reza mengatakan ia bersama tim dibantu relawan dari Badan Amil Zakat Nasional yang terbiasa mengurus jenazah-jenazah di kondisi bencana dalam kondisi apapun itu. "Nah ini kondisinya jenazah dalam kondisi utuh sebenarnya, tidak tertimpa seperti gempa bumi dan lain-lain. Namun infeksius," ucapnya.
Reza memastikan, pertama yang harus dilakukan dalam pemulasaran jenazah mulai dari safety nya yakni mulai dari pemakaian alat pelindung diri yang benar. “Karena walau bagaimanapun, walaupun itu sudah menjadi jenazah, kita tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan buat diri kita sendiri dalam saat bekerja,” katanya.
Ia mengatakan dalam pemulasaran jenazah dilaksanakan tetap di ruangan dengan tanpa banyak memanipulasi terhadap jenazahnya. Artinya, jelas Reza tidak banyak melakukan pergerakan jenazahnya. “Pertama yakni kita bungkus dengan protokol yang sudah ada ya lapis demi lapis kita desinfektan dan itu kita bawa lewat dengan kantong mayat melalui lift.”
"Jadi memang namanya saja Rumah Sakit Darurat ya, jadi bukan secara full fasilitas-fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh rumah sakit. Termasuk di dalamnya adalah ruang pemulasaran jenazah bentuknya apartemen lantainya sampai 40," ungkapnya.
Dalam pemulasaran jenazah di RSD Wisma Atlet, Reza mengatakan ia bersama tim dibantu relawan dari Badan Amil Zakat Nasional yang terbiasa mengurus jenazah-jenazah di kondisi bencana dalam kondisi apapun itu. "Nah ini kondisinya jenazah dalam kondisi utuh sebenarnya, tidak tertimpa seperti gempa bumi dan lain-lain. Namun infeksius," ucapnya.
Reza memastikan, pertama yang harus dilakukan dalam pemulasaran jenazah mulai dari safety nya yakni mulai dari pemakaian alat pelindung diri yang benar. “Karena walau bagaimanapun, walaupun itu sudah menjadi jenazah, kita tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan buat diri kita sendiri dalam saat bekerja,” katanya.
Ia mengatakan dalam pemulasaran jenazah dilaksanakan tetap di ruangan dengan tanpa banyak memanipulasi terhadap jenazahnya. Artinya, jelas Reza tidak banyak melakukan pergerakan jenazahnya. “Pertama yakni kita bungkus dengan protokol yang sudah ada ya lapis demi lapis kita desinfektan dan itu kita bawa lewat dengan kantong mayat melalui lift.”
Lihat Juga :