Korupsi di Daerah Masih Mengkhawatirkan
Jum'at, 21 Januari 2022 - 21:10 WIB
Webinar Partai Perindo bertajuk Tantangan Pemberantasan Korupsi di Indonesia 2022, Jumat (21/1/2022). FOTO/TANGKAPAN LAYAR/MNC MEDIA
JAKARTA - Korupsi di tingkat daerah dinilai masih mengkhawatirkan. Mayoritas kasus korupsi yang terjadi di daerah yakni terkait proyek pengadaan barang dan jasa.
Aktivis Antikorupsi Tama S Langkun melihat kasus korupsi lebih banyak terjadi di daerah ketimbang di pusat. "Korupsi di tingkat daerah terutama pada pemkab dan pemkot masih mengkhawatirkan," katanya dalam Webinar Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) bertajuk Tantangan Pemberantasan Korupsi di Indonesia 2022, Jumat (21/1/2022).
Tama mendorong agar ada optimalisasi dalam eksekusi kasus korupsi secara menyeluruh. Salah satunya, dengan memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi.
Baca juga: Di Depan Wakil Ketua KPK, Partai Perindo: Korupsi Harus Dijadikan Musuh Bersama!
"Kalau sampai uang puluhan triliun bisa diambil lagi, dan dipulihkan, saya rasa ini akan sangat bermanfaat untuk orang banyak, khususnya masyarakat," ujarnya.
Dia berpendapat bahwa tren penanganan kasus korupsi di Indonesia masih tergolong fluktuatif sepanjang 2021. Hanya saja, kerugian keuangan negara yang dicetak dari tindak pidana korupsi semakin besar dalam beberapa waktu belakangan ini.
Aktivis Antikorupsi Tama S Langkun melihat kasus korupsi lebih banyak terjadi di daerah ketimbang di pusat. "Korupsi di tingkat daerah terutama pada pemkab dan pemkot masih mengkhawatirkan," katanya dalam Webinar Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) bertajuk Tantangan Pemberantasan Korupsi di Indonesia 2022, Jumat (21/1/2022).
Tama mendorong agar ada optimalisasi dalam eksekusi kasus korupsi secara menyeluruh. Salah satunya, dengan memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi.
Baca juga: Di Depan Wakil Ketua KPK, Partai Perindo: Korupsi Harus Dijadikan Musuh Bersama!
"Kalau sampai uang puluhan triliun bisa diambil lagi, dan dipulihkan, saya rasa ini akan sangat bermanfaat untuk orang banyak, khususnya masyarakat," ujarnya.
Dia berpendapat bahwa tren penanganan kasus korupsi di Indonesia masih tergolong fluktuatif sepanjang 2021. Hanya saja, kerugian keuangan negara yang dicetak dari tindak pidana korupsi semakin besar dalam beberapa waktu belakangan ini.
Lihat Juga :