Di Hadapan TNI-Polri, Ketum PBNU Tegaskan Perjuangan Santri Lawan Penjajah

Rabu, 10 Juni 2020 - 10:35 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa nasionalisme di Indonesia lahir dari hati seorang mukmin, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asyari melalui ungkapan hubbul wathan minal iman. Foto/SINDOphoto
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa nasionalisme di Indonesia lahir dari hati seorang mukmin, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari melalui ungkapan hubbul wathan minal iman (nasionalisme bagian dari iman).

"Kalau di Indoensia, di kita ini nasionalis religius," ujar Kiai Said pada acara Halal Bihalal Keluarga Besar TNI dan Polri bersama PBNU secara virtual, Selasa (9/6/2020). (Baca juga: New Normal, Gugus Tugas Terbitkan Aturan dan Persyaratan Perjalanan Orang)



Menurut Kiai Said, Indonesia merdeka atas kegigihan banyak pihak, termasuk para kiai dan santri. Dari kalangan santri, Fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari menjadi pelecut semangat santri dalam melawan penjajah.

"Membela Tanah Air kata Kiai Hasyim Asy'ari wajib, fardlu 'ain bagi penduduk radius 80 km dari Surabaya wajib angkat senjata, tidak pandang bulu, levelnya, atau derajatnya semua wajib melawan dengan senjata. Di luar radius 80 KM mendukung apa yang mereka miliki," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!