Legenda Perang Rimba, Perwira Kopassus Ini Perdayai Pasukan Elite Inggris yang Melatihnya
Minggu, 02 Januari 2022 - 05:29 WIB
Namun konfrontasi tesebut berakhir setelah Presiden Soeharto mengambil alih pucuk kepemimpinan nasional pascatragedi berdarah G30S/PKI. Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik dan normalisasi hubungan antara kedua negara. Perjanjian perdamaian kedua negara kemudian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian. Meski telah berdamai namun Letnan Sumbi tetap melaksanakan misi operasinya.
Baca juga: Kisah Heroik Prajurit Kopassus Pukul Mundur Pasukan Gurkha di Pedalaman Kalimantan
”Satu regu kecil Kopassus yang dipimpin Letnan Sumbi menciptakan legenda perang rimba yang hingga kini dikenang di Brunei Darussalam,” dikutip SINDOnews dari buku “Kopassus untuk Indonesia” yang ditulis Iwan Santosa dan E.A. Natanegara, Minggu (2/1/2022).
Tak banyak yang tahu sosok Letnan Sumbi. Namun sepak terjangnya di rimba belantara Kalimantan membuat pasukan khusus Inggris dan Australia ketar-ketir. Aksi heroiknya yang hingga kini masih dikenang dan tidak terlupakan bagi tentara Inggris adalah ketika Letnan Sumbi bersama pasukannya menyabotase kilang Shell. Ketika itu, Letnan Sumbi bersama pasukannya berhasil menyusup ke wilayah Malaysia Timur.
Intelijen Inggris yang mencium pergerakan Sumbi dan pasukannya langsung mengerahkan pasukannya. Mayor Alan Jenkins sebagai komandan tertinggi pasukan Inggris di Malaysia langsung mengerahkan 7 peleton pasukan Gurkha dan pasukan elite SAS Inggris melakukan pengejaran.
Pasukan Inggris kemudian melakukan penjebakan di sepanjang Sungai Kelalan. Letnan Sumbi dikunci dari berbagai arah, helikopter dan beberapa detasemen antitank juga sudah melakukan penguncian posisi. Meski sudah dikepung oleh pasukan khusus yang dilengkapi persenjataan berat dan modern, Letnan Sumbi yang membagi pasukannya menjadi dua kelompok tetap mampu meloloskan diri menuju Brunei tanpa bisa ditemukan, pria Maanyan asal Desa Madara ini menghilang di tengah hutan rimba.
Perwira Kopassus yang pernah dilatih di Inggris ini kemudian melakukan sabotase terhadap penyulingan minyak di Brunei. Meski berhasil menjalankan misinya, sayangnya anak buahnya yang di kelompok kedua tertangkap pasukan SAS. Mereka kemudian dipaksa menunjukkan posisi Letnan Sumbi. Setelah diburu selama berbulan-bulan, Letnan Sumbi akhirnya tertangkap. ”Setelah pencarian besar-besaran oleh pasukan Inggris pada 3 September 1966, Letnan Sumbi berhasil ditangkap,” dikutip dari akun @hadi_saputra_miter.blogspot.com.
Baca juga: Kisah Heroik Prajurit Kopassus Pukul Mundur Pasukan Gurkha di Pedalaman Kalimantan
”Satu regu kecil Kopassus yang dipimpin Letnan Sumbi menciptakan legenda perang rimba yang hingga kini dikenang di Brunei Darussalam,” dikutip SINDOnews dari buku “Kopassus untuk Indonesia” yang ditulis Iwan Santosa dan E.A. Natanegara, Minggu (2/1/2022).
Tak banyak yang tahu sosok Letnan Sumbi. Namun sepak terjangnya di rimba belantara Kalimantan membuat pasukan khusus Inggris dan Australia ketar-ketir. Aksi heroiknya yang hingga kini masih dikenang dan tidak terlupakan bagi tentara Inggris adalah ketika Letnan Sumbi bersama pasukannya menyabotase kilang Shell. Ketika itu, Letnan Sumbi bersama pasukannya berhasil menyusup ke wilayah Malaysia Timur.
Intelijen Inggris yang mencium pergerakan Sumbi dan pasukannya langsung mengerahkan pasukannya. Mayor Alan Jenkins sebagai komandan tertinggi pasukan Inggris di Malaysia langsung mengerahkan 7 peleton pasukan Gurkha dan pasukan elite SAS Inggris melakukan pengejaran.
Pasukan Inggris kemudian melakukan penjebakan di sepanjang Sungai Kelalan. Letnan Sumbi dikunci dari berbagai arah, helikopter dan beberapa detasemen antitank juga sudah melakukan penguncian posisi. Meski sudah dikepung oleh pasukan khusus yang dilengkapi persenjataan berat dan modern, Letnan Sumbi yang membagi pasukannya menjadi dua kelompok tetap mampu meloloskan diri menuju Brunei tanpa bisa ditemukan, pria Maanyan asal Desa Madara ini menghilang di tengah hutan rimba.
Perwira Kopassus yang pernah dilatih di Inggris ini kemudian melakukan sabotase terhadap penyulingan minyak di Brunei. Meski berhasil menjalankan misinya, sayangnya anak buahnya yang di kelompok kedua tertangkap pasukan SAS. Mereka kemudian dipaksa menunjukkan posisi Letnan Sumbi. Setelah diburu selama berbulan-bulan, Letnan Sumbi akhirnya tertangkap. ”Setelah pencarian besar-besaran oleh pasukan Inggris pada 3 September 1966, Letnan Sumbi berhasil ditangkap,” dikutip dari akun @hadi_saputra_miter.blogspot.com.
Lihat Juga :