Presiden PKS Tak Ingin Petani, Peternak, dan Nelayan Lenyap
Selasa, 28 Desember 2021 - 10:03 WIB
Kata Syaikhu, pemuda tampak semakin tidak tertarik dengan sektor pertanian dan peternakan karena dipersepsikan tidak memberikan harapan dan kesejahteraan yang memadai bagi mereka. “Harus ada kebersamaan, tidak bisa berjalan jika kebijakan pemerintah pusat tidak berpihak ke petani," kata Syaikhu.
Menurut dia, pekerjaan rumah (PR) besar bangsa ini adalah memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, utamanya yang masih perlu dimajukan adalah para petani, peternak, dan nelayan. Padahal, kata dia, kebutuhan akan pangan terus meningkat dan saat ini sebagian masih mengandalkan impor.
Misalnya daging, hampir 60 persen kebutuhan nasional berasal dari impor. Produksi petani semakin jauh tertinggal dan harganya saat panen juga terjun bebas.
"Terlebih pada saat pandemi, sektor pertanian berperan besar menyelamatkan perekonomian Indonesia. Data BPS menunjukkan sepanjang 2020, jumlah pekerja sektor pangan terus bertumbuh,” katanya.
Dia menambahkan, sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja hampir 30 persen. “Selama pandemi, ada sekitar 3 juta petani baru, tapi kesejahteraan petani lokal kita masih jadi tanda tanya," tutur Syaikhu.
Menurut dia, pekerjaan rumah (PR) besar bangsa ini adalah memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, utamanya yang masih perlu dimajukan adalah para petani, peternak, dan nelayan. Padahal, kata dia, kebutuhan akan pangan terus meningkat dan saat ini sebagian masih mengandalkan impor.
Misalnya daging, hampir 60 persen kebutuhan nasional berasal dari impor. Produksi petani semakin jauh tertinggal dan harganya saat panen juga terjun bebas.
"Terlebih pada saat pandemi, sektor pertanian berperan besar menyelamatkan perekonomian Indonesia. Data BPS menunjukkan sepanjang 2020, jumlah pekerja sektor pangan terus bertumbuh,” katanya.
Dia menambahkan, sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja hampir 30 persen. “Selama pandemi, ada sekitar 3 juta petani baru, tapi kesejahteraan petani lokal kita masih jadi tanda tanya," tutur Syaikhu.
Lihat Juga :