Prabowo Kena Tegur Gara-gara Tunjuk Menantu Musuh Soeharto Garap Proyek Den 81 Kopassus

Senin, 27 Desember 2021 - 12:17 WIB
Prabowo bersikukuh dengan keputusannya. Putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini berprinsip, jika orang tua dianggap bersalah, belum tentu anak atau lainnya juga demikian. Kesalahan umum selama ini, kesalahan seseorang ditimpakan pula kepada keturunannya.

Sering, kata dia, permusuhan politik diturunkan generasi demi generasi, sehingga dendam politik bisa turun puluhan tahun, bahkan mungkin ratusan tahun. Prabowo mengikuti falsafah Jawa 'mikul duwur mendem jero'. Artinya, kesalahan orang tua dipendam dalam-dalam, adapun kebaikan harus dijunjung tinggi.

Baca juga: Keajaiban Doa Ibu! Prajurit dari Keluarga Sederhana Ini Sukses Jadi Jenderal Kopassus



"Saya bersikukuh kalau yang salah orang tua, tidak berarti anaknya juga harus ikut dipersalahkan," ucap mantan Pangkostrad ini.

HR Dharsono Melawan Soeharto

Jalan hidup Jenderal Hartono Rekso Dharsono ibarat 'habis terang terbitlah gelap'. Pangdam Siliwangi periode 1966-1969 ini pada mulanya sosok yang berperan besar mendukung Soeharto. Bersama Kemal Idris dan Sarwo Edhie Wibowo, mereka berada di barisan depan mengikis Soekarno yang dianggap 'melenceng' dan memuluskan karier Soeharto untuk meraih kekuasaan.

Namun itu hanya di masa-masa awal Orde Baru. Ketika rezim mulai mapan, HR Dharsono melihat Soeharto justru melenceng. Tentara yang sangat populer di mata rakyat, prajurit, dan mahasiswa itu pun terang-terangan mengoreksi Soeharto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!