Ketum PP Muhammadiyah Ucapkan Selamat Muktamar ke-34 NU
Rabu, 22 Desember 2021 - 14:47 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat Muktamar NU pada 22-24 Desember 2021 di Lampung. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) pada 22-24 Desember 2021 di Lampung. Muhammadiyah berharap forum pengambilan keputusan tertinggi di PBNU itu berjalan lancar.
"Semoga Muktamar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses yang menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan dan kemaslahatan NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan di ranah global," kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/12/2021).
Sejalan dengan tema muktamar yaitu 'Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia', Haedar Nashir percaya NU akan semakin maju, mandiri, dan menebar damai di tengah dinamika kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta yang kompleks saat ini.
Baca juga: Buka Muktamar NU, Jokowi Tawarkan Konsesi Minerba ke Nahdlatul Ulama
"NU bersama Muhammadiyah dan organisasi keagamaan yang lahir sebelum kemerdekaan telah membuktikan diri sebagai gerakan keislaman yang berjuang untuk Indonesia merdeka, serta membangun Indonesia dengan pengkhidmatan tinggi yang menyatukan keislaman dan kebangsaan secara integratif," katanya.
"Semoga Muktamar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses yang menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan dan kemaslahatan NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan di ranah global," kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/12/2021).
Sejalan dengan tema muktamar yaitu 'Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia', Haedar Nashir percaya NU akan semakin maju, mandiri, dan menebar damai di tengah dinamika kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta yang kompleks saat ini.
Baca juga: Buka Muktamar NU, Jokowi Tawarkan Konsesi Minerba ke Nahdlatul Ulama
"NU bersama Muhammadiyah dan organisasi keagamaan yang lahir sebelum kemerdekaan telah membuktikan diri sebagai gerakan keislaman yang berjuang untuk Indonesia merdeka, serta membangun Indonesia dengan pengkhidmatan tinggi yang menyatukan keislaman dan kebangsaan secara integratif," katanya.
Lihat Juga :